Veda Ega Lolos Q2 Moto3 Ceko 2026 Usai Diskualifikasi Rival
Veda Ega Pratama lolos langsung ke Q2 Moto3 Ceko 2026 usai rival didiskualifikasi. Ini hasil lengkap sesi practice di Brno.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA-- Seorang perempuan Indonesia diketahui telah melelang keperawanannya di situs asing Cinderella Escort. Hasilnya, dia berhasil mendapatkan uang sebesar 1,2 juta Euro atau setara dengan Rp19 miliar.
Lantas, siapa pembelinya? Dalam situs yang kutip Okezone, dia adalah politisi dari Tokyo. Bukan hanya politisi tersebut, Fela mendapatkan tawaran dari pengusaha Real Estat Mogul dari Hong Kong sebesar 1 Juta Euro atau Rp15 miliar dan aktor dari Mumbai sebesar 600 ribu Euro atau Rp9,53 miliar.
Bukan hanya itu, Fela pun meminta 20.000 Euro atau sekira Rp317,86 juta untuk "maintenance" bulannya. Dalam situs tersebut Fela yang berusia, 21 tahun dengan tinggi 160 cm dan berat 53 kg itu juga berharap dinikahi oleh pembelinya.
Fela pun mengisahkan alasan dia menjual keperawanannya karena ingin kehidupan yang lebih baik. Dia menuturkan ingin membantu orangtuanya secara finansial, karena bukan dari keluarga kaya.
Selain menjual keperawanannya, dia juga mencari Sugar Daddy atau ingin mencari pria kaya untuk menikah. Dia ingin mendapatkan dukungan finansial tanpa terikat hanya pada seks.
Dalam situs tersebut disebutkan, para "pembeli" dapat bertemu gadis-gadis untuk kencan makan malam dan mengenal mereka sebelum mengajukan penawaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Veda Ega Pratama lolos langsung ke Q2 Moto3 Ceko 2026 usai rival didiskualifikasi. Ini hasil lengkap sesi practice di Brno.
Seskab Teddy Indra Wijaya dan BNN bahas pencegahan narkoba, termasuk ancaman vape dan penguatan edukasi generasi muda.
Pembukaan Selat Hormuz bantu turunkan biaya energi, tapi industri tekstil Indonesia masih dibebani impor, gas mahal, dan utilisasi rendah.
PBNU siapkan Munas dan Konbes NU 2026 di Kediri, bahas isu keagamaan, organisasi, hingga persiapan muktamar.
Warga Padukuhan Banyu di Gunungkidul masih kesulitan air bersih meski ada sumur bor dan Spamdes, terutama saat musim kemarau.
Warga Gedongtengen Jogja didorong mengolah limbah buah jadi eco enzim, pakan ikan, dan produk kesehatan berbasis fermentasi.