Usai Geledah Kantor Summarecon, KPK Sasar Rumah Lampri di Bekasi
KPK menggeledah rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Bekasi terkait kasus dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA-- Seorang perempuan Indonesia diketahui telah melelang keperawanannya di situs asing Cinderella Escort. Hasilnya, dia berhasil mendapatkan uang sebesar 1,2 juta Euro atau setara dengan Rp19 miliar.
Lantas, siapa pembelinya? Dalam situs yang kutip Okezone, dia adalah politisi dari Tokyo. Bukan hanya politisi tersebut, Fela mendapatkan tawaran dari pengusaha Real Estat Mogul dari Hong Kong sebesar 1 Juta Euro atau Rp15 miliar dan aktor dari Mumbai sebesar 600 ribu Euro atau Rp9,53 miliar.
Bukan hanya itu, Fela pun meminta 20.000 Euro atau sekira Rp317,86 juta untuk "maintenance" bulannya. Dalam situs tersebut Fela yang berusia, 21 tahun dengan tinggi 160 cm dan berat 53 kg itu juga berharap dinikahi oleh pembelinya.
Fela pun mengisahkan alasan dia menjual keperawanannya karena ingin kehidupan yang lebih baik. Dia menuturkan ingin membantu orangtuanya secara finansial, karena bukan dari keluarga kaya.
Selain menjual keperawanannya, dia juga mencari Sugar Daddy atau ingin mencari pria kaya untuk menikah. Dia ingin mendapatkan dukungan finansial tanpa terikat hanya pada seks.
Dalam situs tersebut disebutkan, para "pembeli" dapat bertemu gadis-gadis untuk kencan makan malam dan mengenal mereka sebelum mengajukan penawaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
KPK menggeledah rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Bekasi terkait kasus dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk.
Borobudur Indonesia Expo 2026 di Kota Magelang ditargetkan menarik 40.000 pengunjung dan transaksi Rp2 miliar untuk menggerakkan ekonomi daerah.
ASDP mengoperasikan 24 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengurai antrean kendaraan logistik dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Sebanyak 114 sekolah di Bantul masuk program revitalisasi 2026. Pembangunan ditargetkan selesai maksimal pertengahan Desember.
TNGM mencatat 36 pendaki ilegal Merapi lahir 2006–2008. Sebanyak 13 orang lahir 2008, sementara jalur masih ditutup.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.