Karhutla Meluas, Polri Ungkap Modus Bakar Lahan untuk Buka Kebun
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Peserta Kirab Kebangsaan Berjuta Warna Satu Jiwa Indonesia di kawasan Flyover Manahan, Solo, Sabtu (23/2/2019). Kirab tersebut sebagai rangkaian acara Haul ke-9 Gus Dur./JIBI-Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, SOLO -- Ribuan orang memadati kawasan Plaza Manahan Solo sejak pukul 13.00 WIB, Sabtu (23/2/2019). Masing-masing orang membawa bendera merah putih yang diikatkan pada sebuah tiang bambu.
Di kepala mereka terikat sebuah simbol bendera merah putih. Ada yang mengenakan pakaian berwarna hitam, putih, dan merah simbol dari komunitas mereka masing-masing.
Lantunan selawat semakin mengeras ketika hujan yang tiba-tiba turun. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang hadir di lokasi berteriak. “Hujan bukan halangan untuk tetap bersemangat,” ujarnya yang lantas masuk ke dalam barisan kirab kebangsaan menuju Stadion Sriwedari.
Sebuah naga atau liong tradisi kesenian kaum Tionghoa tak ketinggalan memeriahkan kirab dengan tema Berjuta Warna Satu Jiwa Indonesia dalam rangka Haul ke-9 Gus Dur itu. Koordinator Kirab Nusantara, Agus Himawan, saat ditemui Jaringan Informasi Bisnis Indonesia mengatakan kirab bertujuan untuk meneduhkan suasana Indonesia saat ini.
“Dalam rangka Haul Gus Dur kami ingin memunculkan sisi kebangsaan Gus Dur agar para masyarakat semakin muncul rasa kebangsaan. Jati diri kita adalah satu Indonesia dengan peserta kirab berbagai masyarakat seperti warga Nahdatul Ulama, Pagar Nusa, perwakilan pondok pesantren dan elemen masyarakat tiong hoa. Kami bersatu padu,” ujarnya.
Dia menambahkan kirab yang disambung dengan deklrasi damai bertujuan untuk menurunkan ego masyarakat. Setelah kirab, peserta melanjutkan dengan istigosah yang digelar di Stadion R. Maladi, Sriwedari.
Acara kirab juga dihadiri oleh Perkumpulan Masyarakat Solo (PMS), Wakil Ketua PMS, Sumartono Hadinoto, mengatakan Gus Dur merupakan tokoh bangsa yang harus diteladani. “Kami berharap para pemimpin bangsa semakin sadar bahwa Indonesia adalah tokoh majemuk. Kami datang lebih dari 50 orang dari berbagai organisasi untuk memeriahkan kirab ini,” ujarnya.
Dia menambahkan Gus Dur merupakan tokoh kemajemukan yang sangat luar biasa. Menurutnya, setiap masyarakat Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam menjalankan kebudayaannya.
Putri Gus Dur, Yenny Wahid, mengaku sangat terharu dengan animo masyarakat yang sangat luar biasa. Ia tidak menyangka acara Haul Gus Dur akan meriah dengan rangkaian acara kirab budaya dan dialog kebangsaan yang menyimbolkan dimensi Gus Dur.
“Kami sekeluarga berterima kasih kepada masyarakat Soloraya atas diselenggarakannya haul pada hari ini,” ujarnya.
Dia menegaskan acara haul tidak ada kaitannya dengan politik. Menurutnya, tema dari haul adalah persoalan kebinekaan yang merupakan tema yang sangat relevan. Hal itu merupakan upaya masyarakat untuk menciptakan upaya masyarakat untuk bersatu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Muktamar Ke-35 NU memasuki tahap penentuan Ketum PBNU. Lima calon telah disetujui Rais Aam terpilih K.H. Miftachul Akhyar.
Persib Bandung menghadapi Manila Digger di play-off ACL 2 2026-2027. Simak prediksi susunan pemain, tantangan tanpa Bobotoh, dan peluang lolos ke Grup E.
Hari Keistimewaan DIY diperingati setiap 31 Agustus. Simak sejarah, lima kewenangan khusus DIY, serta rangkaian peringatan Hari Keistimewaan 2026.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Senin 31 Agustus 2026, stagnan. Cek harga jual dan buyback lengkap semua ukuran.
MSN Weather di Windows 11 dilaporkan bisa menggunakan RAM hingga 1,2 GB. Simak penyebab dan cara mengurangi beban aplikasi cuaca tersebut.