BMKG: Aktivitas Merapi Picu Turunnya Hujan Es di Sleman
Awan Panas Merapi, Selasa (29/1/2019)./Antara-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, SLEMAN—Aktivitas Gunung Merapi memengaruhi cuaca ektsrem yang belakangan melanda Sleman.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jogja guguran lava dan abu vulkanik di atmosfer akan menambah akumulasi dari inti kondensasi atau partikel-partikel di udara yang mendukung pembentukan uap air.
Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Jogja Sigit Hadi Prakosa, mengatakan aktivitas Merapi berdampak dengan pembentukan awan kumulonimbus sampai ketinggian lebih dari 12 kilometer. “Akhirnya mampu menimbulkan hujan es,” kata Sigit, Kamis (31/1/2019).
Hujan es di Jogja pic.twitter.com/NMEjN2rXpd
— Mtgs Indonesia (@Jogja_Uncover) January 29, 2019
Berdasarkan pantauan dari BMKG, kata Sigit, suhu puncak awan kumulonimbus mampu mencapai minus 80 derajat Celcius. Sementara, ketersediaan air sampai ketebalan sembilan kilometer dan ketebalan es sampai tiga kilometer di puncak awan ini telah menyebabkan hujan lebat disertai es di sejumlah wilayah di Sleman pada Selasa (29/1/2019) kemarin.
Area seyegan dan sekitarnya hati" hujan di sertai butiran es cilik" pic.twitter.com/vpUUNxZeiU
— budidoyo (@Doyok999) January 29, 2019
Agus Sudaryatno, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jogja sebelumnya juga menuturkan fenomena hujan es disebabkan adanya pertemuan massa udara yang kuat pada wilayah tersebut.
Aktivitas Merapi sudah memasuki babak baru sejak Selasa (29/1/2019) malam. Awan panas atau yang biasa disebut wedhus gembel sudah muncul. Sebelumnya, Merapi hanya meluncurkan guguran lava pijar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share