Advertisement
Mengenal Polar Vortex, Pusaran Angin yang Membekukan Amerika
Tepi Danau Michigan di Amerika Serikat membeku akibat polar vortex, Selasa (29/1/2019). - Reuters/Pinar Istek
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagian wilayah Amerika Serikat (AS) membeku akibat polar vortex atau pusaran kutub. Temperatur di AS bervariasi, dari minus 27 derajat Celsius hingga minus 53 derajat Celsius.
Menurut laporan Reuters, 12 orang meninggal dunia di berbagai wilayah di Negeri Paman Sam akibat suhu ekstrem ini hingga Kamis (31/1/2019).
Advertisement
National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) atau lembaga sejenis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Amerika Serikat menjelaskan polar vortex sebagai area besar tekanan rendah dan udara dingin yang mengelilingi dua kutub Bumi.
An arctic front which has ushered in record cold temperatures across the Midwest will move into the eastern U.S. today. However, temperatures are expected to gradually moderate late in the week. pic.twitter.com/eV8d3XIsj9
— NWS WPC (@NWSWPC) January 30, 2019BACA JUGA
Polar vortex, sesuai namanya, berada di Kutub Utara. Polar vortex, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi pusaran kutub, melemah di musim panas dan menguat di musim dingin.
Istilah vortex atau pusaran mengacu pada aliran udara yang memutar ke kiri alias berlawanan jarum jam di dekat Kubut Utara. Pusaran ini membantu menjaga udara tetap dingin.
Polar vortex juga bisa diartikan sebagai angin kencang di sekitar Kutub Utara yang mengunci udara dingin dan menyebarkannya ke Midwest.
Selama musim dingin, udara dingin yang dikirimkan polar vortex selalu menerpa Midwest, tetapi efeknya tak selalu mematikan.
For those that wish to know a little more about the Polar Vortex, NOAA has a website for you. It's a very large scale feature whose fringe is defined by the jet stream. https://t.co/T5ELLnfQif pic.twitter.com/3EGFxOLvX9
— NWS WPC (@NWSWPC) January 29, 2019
Tahun ini, polar vortex sudah menewaskan sedikitnya 12 orang. Efek terbesar polar vortex sebelumnya terjadi pada 2014 yang menewaskan 20 orang. Jauh sebelumnya, polar vortex juga membekukan area Midwest dan negara bagian lain di Amerika Serikat pada 1989, 2985, 2982, dan 1977.
Efek pusaran kutub tidak hanya dialami Amerika Serikat, tetapi juga Eropa dan Asia yang dekat dengan kutub utara.
“Saat ini, pusaran kutub tampak seperti gumpalan udara dingin yang berputar-putar. Satu di atas Amerika Utara, yang lainnya di atas Eurasia. Pusaran kutub terpisah ketika ada pemanasan stratosfer mendadak,” kata Jennifer Francis, ilmuwan di Woods Hole Research Center sebagaimana dikutip The Guardian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
- Komisi III DPR Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Dampak Perang, Bursa AS Anjlok Dipicu Lonjakan Harga Minyak
- Rismon Tegaskan Ijazah Jokowi dan Gibran Asli
- Polda DIY Siapkan 21 Drone, Tangani Kemacetan Arus Mudik Lebaran
- 4 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Kulkas
- Pro Kontra Dapur MBG di Banguntapan Bantul, Lurah: Mayoritas Setuju
- Mudik, Mahasiswa Asal Cilacap Terbantu Rest Area SPBU Ambarketawang
- Hari Jadi DIY ke-271, Sultan Ajak Perkuat Cipta, Rasa, dan Karsa
Advertisement
Advertisement








