FPI Sebut Tabloid Indonesia Barokah dengan Kampanye Kotor

Tim Prabowo - Sandiaga Laporkan Tabloid Indonesia Barokah ke Dewan Pers. - Suara.com/Ria Rizki
29 Januari 2019 21:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Penyebaran Tabloid Indonesia Barokah menjelang Pemilu 2019 dinilai bagian dari kampanye kotor. Juru bicara Front Pembela Islam ( FPI ) Slamet Ma'arif menyayangkan penyebarannya dilakukan lewat masjid.

"Kami sangat menyayangkan dengan model kampanye kotor seperti ini," ujar Slamet kepada Suara.com, Selasa (29/1/2019).

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 itu mengecam aksi penyebaran tabloid tersebut. Slamet berharap pihak penegak hukum dan Bawaslu untuk mengusut tuntas kasus penyebaran tabloid yang diduga memuat berita berisikan fitnah kepada Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiga Uno.

"Sasaran tempat ibadah dan ada kampanye hitam, polisi dan bawaslu wajib usut," tegasnya.

Untuk diketahui, Tabloid Indonesia Barokah beredar di tengah-tengah masyarakat menjelang Pemilu 2019. Dalam pemberitaannya tabloid tersebut menampilkan halaman depan berjudul Reuni 212 : Kepentingan Umat Atau Kepentingan Politik?. Selain itu, ada juga judul-judul kecil yang menyebut soal Hizbut Tahrir juga radikalisme.

Tabloid tersebut telah beredar di Sukabumi, Jawa Barat dengan jumlah 106 amplop yang disebar di beberapa kantor desa daerah itu.

Tak hanya Sukabumi, tabloid itu juga ditemukan di Jawa Tengah. Bawaslu Jateng yang mengawasi adanya peredaran tabloid tersebut menyebut kalau tabloid itu sudah menyebar di Kabupaten Blora, Sukoharjo, dan Magelang ke setiap masjid.

Sementara, pada Kamis (24/1/2019), tabloid itu sudah masuk ke DIY untuk dibagikan ke sejumlah masjid serta pondok pesantren di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja.

Sumber : suara.com