12 Orang Tewas Akibat Bencana Hidrometeorologi di NTT

Ilustrasi bencana di Dusun Pattiro, Desa Patallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. - Okezone
29 Januari 2019 12:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, KUPANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat 12 orang warga meningggal akibat dari sejumlah bencana yang melanda daerah itu sejak Desember 2018 hingga akhir Januari 2019 ini.

"Ada yang meninggal karena terseret banjir dan terkena dampak longsor," kata Kepala Pelaksana (Kalak) Bencana BPBD NTT Tini Thadeus di Kupang, Selasa (29/1/2019).

Dia menyebut bencana hidrometeorologi berupa hujan lebat, banjir, genangan air, pohon tumbang, jalanan licin, rumah roboh, tanah longsor dan puting beliung. Disebutkanya 12 warga yang meninggal dunia akibat bencana alam itu, tersebar di sejumlah kabupaten antra lain di Kabupaten Sikka, Timor Tengah Selatan (TTS), Manggarai Barat, serta Kabupaten Nagekeo.

Di Kabupaten Manggarai, korban meninggal akibat disambar petir. "Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti ini dibutuhkan kewaspadaan masyarakat untuk tidak memaksakan diri tinggal di daerah yang rawan bencana. Apabila sudah ada tanda-tanda bencana maka sebaiknya segera mengungsi ke lokasi yang aman," katanya.

Fenomena alam berupa hujan dan angin kencang masih akan terus terjadi. Karena itu dia kembali mengingatkan kepada seluruh warga untuk terus mewaspadai kemungkinan bencana di tempat tinggal masing-masing.

Jika terdampak bencana agar bisa langsung berkoordinasi dengan aparat (kepala desa dan lurah) untuk segera diambil langkah penanggulangan segera sehingga tidak membawa dampak bagi timbulnya korban meninggal.

"Kalau informasinya segera didapat petugas akan langsung bertindak sehingga meminimalisir korban," katanya.

Sumber : Okezone.com