Dipicu Hoaks, Massa Pendukung Capres Bentrok di DIY, 1 Orang Kritis

Ilustrasi hoaks. - JIBI
28 Januari 2019 19:15 WIB Abdul Hamied Razak News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bentrok kelompok pendukung calon presiden (capres) kembali pecah di DIY, Minggu (27/1/2019). Lebih dari lima orang luka-luka, satu di antara mereka masih kritis.

Ketua Tim Kampanye Nasional Pasangan Calon 01 Jokowi-Ma’ruf Amin Wilayah DIY Bambang Praswanto mengatakan bentrok terjadi setelah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Yogyakarta menggelar acara Deklarasi Jogja Dukung Jokowi di Kompleks Stadion Mandala Krida, Minggu siang.

“Ada pengadangan massa setelah acara deklarasi. Pengadangan terjadi di sejumlah titik, dan itu menimbulkan bentrok. Kami tidak tahu itu kelompok korban. Kejadian ini kami sesalkan, kami ikut prihatin,” kata dia saat jumpa pers di Kantor DPD PDIP DIY, Senin (28/1/2019).

Menurut dia, kelompok pendukung Jokowi diadang di Ngampilan, Nitikan, Jogokariyan, Bantul, hingga Gejayan. Dia mengatakan sepuluh peserta deklarasi terluka terkena senjata tajam. Beberapa korban masih berusia anak-anak. Mereka sempat dirawat di sejumlah rumah sakit di Jogja, Sleman dan Bantul. Jumlah tersebut belum termasuk korban luka-luka akibat pukulan.

“Satu orang masih kritis. Saya tidak menduga muncul insiden itu setelah masyarakat menyampaikan dukungan kepada paslon nomor urut 01. Itu acara masyarakat bukan acara TKN, bukan acara PDIP, tetapi aliansi masyarakat,” ujar dia.

Menurut Bambang, insiden yang terjadi pada Minggu merupakan rentetan kejadian sebelumnya di Bantul. Pemicunya, kata Bambang, adanya hoaks tentang perusakan masjid-masjid, salah satunya Masjid Jogokariyan. Isu yang disebarkan tersebut sangat sensitif sehingga ada yang ingin mengadu domba masyarakat.

“Padahal isu itu tidak benar, hoaks. Ada provokasi entah dari kelompok mana, supaya terjadi geger di Jogja. Buat isu macem-macem supaya terjadi konflik horizontal, apalagi bawa isu agama,” kata Bambang.