Dewan Pers Desak RI Bebaskan Jurnalis yang Ditahan Israel
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahja Purnama dan anak sulungnya, Nicholas Sean Purnama. /Ist- Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA - Kebebasan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) menjadi topik yang menyita perhatian warganet. Hasil riset yang dilakukan Indonesia Indicator (I2) menyebutkan warganet atau netizen antusias menyambut kebebasan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP).
BTP telah selesai menjalani hukuman selama satu tahun delapan bulan dan 15 hari penjara, di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.
Siaran pers yang diterima Antara, di Jakarta, Jumat (25/1/2019), menyebutkan I2 melalui kajian analisis media sosial dengan melalui pendekatan Social Network Analysis (SNA) mencatat, dalam dua hari terakhir ini, di media sosial Twitter, terdapat sebanyak 287.606 percakapan dari 58.385 akun, yang membentuk empat kelompok telah merespons soal bebasnya BTP dari penjara.
Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2), Rustika Herlambang mengatakan, percakapan di Twitter itu berasal dari hampir seluruh provinsi di Indonesia, dengan 67% akun berasal dari wilayah DKI Jakarta. Berdasarkan komposisi usia, sebanyak 82% netizen yang menyambut kebebasan BTP adalah milenial dan 41,2 % di antarannya adalah perempuan.
"Kelompok pertama, mencapai sebesar 50,56% yang terdiri atas para pendukung BTP yang meluapkan rasa syukur, terharu, bahagia menyambut kebebasan BTP," ujar Rustika.
Dalam kelompok ini, menurut dia, tidak muncul pernyataan politis terhadap BTP, kecuali mengungkapkan kebahagiannya. Kelompok kedua, lanjut dia, adalah netizen yang relatif umum dan netral. Mereka turut memberikan pernyataannya atas kebebasan BTP, dengan me-mention akun @basuki_btp. Dalam kelompok ini, tidak terlihat komentar negatif maupun pembicaraan politik.
"Kedekatan BTP dan dunia politik memang termasuk hal yang menggelitik bagi netizen," tutur Rustika.
Sebanyak 14,26% pendukung BTP memberikan reaksinya dengan menyebut nama atau membandingkannya dengan gubernur DKI Jakarta yang menggantikannya, Anies Baswedan. Percakapan ini mencapai 21.000 yang dihasilkan oleh 8.202 akun. "Mereka mengkritik kerja Anies Baswedan dan membandingkannya dengan kinerja BTP," ucap Rustika.
Sementara itu, figur Ahok yang senantiasa menghadirkan pro dan kontra, direspons sebesar 6,3%. Kelompok keempat ini, lebih banyak membicarakan soal politik yang dikaitkan dengan BTP, dari dua belah pihak, baik para haters maupun lovers BTP.
Menurut Rustika, emosi \'joy" mendominasi percakapan soal BTP, disusul oleh emosi "anticipation". Emosi "joy" lebih bicara soal hari pembebasan yang telah dinanti, sementara emosi "anticipation" dimunculkan dari narasi-narasi netizen yang harapan, keinginan terhadap BTP ke depan, termasuk juga dibicarakan soal Buni Yani dan sindiran terhadap Rizieq Shihab. "Sentimen negatif yang ditujukan dalam percakapan ini sebesar 18,7 persen," kata Rustika.
Sentimen negatif itu, kata dia, rata-rata berasal dari percakapan yang kontroversial dan saling serang dari para haters dan lovers. Sementara itu, pada hari kebebasannya, media sosial dipenuhi tagar soal BTP. Tagar #welcomebackBTP mencapai 60.603 percakapan, #Ahokbebas 18.102 percakapan, dan #btppulang sebesar 14.944.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.