5 Lembaga Ini Menyurvei Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Pasca Reuni Alumni 212, Ini Hasilnya

Prabowo Subianto-Joko Widodo. Olah foto (nuc). - JIBI/doc
15 Januari 2019 10:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Sejumlah lembaga menyurvei elektabilitas capres dan cawapres pasca aksi reuni Alumni 212.

Elektabilitas dari pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dan paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam menyambut Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Berbagai lembaga survei di Indonesia melakukan penelitian pada Desember 2018-Januari 2019.

Berikut beberapa hasil survei yang berhasil dirangkum Okezone-jaringan Harianjogja.com, pada Senin (14/01/2019).

1. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA

Survei nasional LSI Denny JA dilaksanakan pada 5-12 Desember 2018 terhadap 1.200 responden yang dilakukan di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan metode pengambilan sampel secara acak atau multi stage random sampling. Survei ini memiliki margin of error sebesar 2,8%.

Berdasarkan hasil survei tersebut, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 54,2% sedangkan Prabowo-Sandi 30,6%. Tersisa 15,2% responden yang belum menentukan pilihan.

Pada survei awal Desember ini, elektabilitas kedua paslon nomor urut 01 dan nomor urut 02 ini tidak banyak yang berubah pasca-Reuni 212. Diketahui, mayoritas responden mengetahui acara tersebut sebanyak 58,5% dan 38% menyatakan tidak tahu atau tidak pernah mendengar.

2. Alvara Research Center

Lembaga ini menggelar survei pada 11-24 Desember 2018 dengan 1.200 responden, yang dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan rentang usia di atas 17 tahun. Riset ini menggunakan metode multi stage random sampling dengan margin of error-nya sebesar 2,88% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Dalam survei itu, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 54,3% sedangkan Prabowo-Sandi sebesar 35,1%. Sementara itu, ada sekira 10,6% responden yang belum menentukan pilihan atau undecided voters.

Selain itu, survei menunjukan Elektabilitas kedua pasangan mengalami kenaikan dibandingkan hasil survei periode Oktober 2018. Jokowi-Ma’ruf naik 0,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandi meningkat 1,2%.

Sementara itu, soliditas pemilih Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi cukup kuat karena mereka tidak akan mengubah pilihannya. Namun, dari survei ini Jokowi-Ma’ruf unggul di semua status sosial ekonomi, baik di kelas menegah atas maupun menengah bawah.

3. Indikator Politik Indonesia

Survei Indikator Politik Indonesia dilaksanakan pada 16-26 Desember 2018. Survei ini melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 34 provinsi, dengan margin of error-nya kurang lebih 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.

Pada survei ini, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 54,9%, sedangkan Prabowo-Sandi mencapai 34,8%. Terdapat pula responden yang belum menentukan pilihannya (undecided voters), yaitu sekira 9,2% dan 1,1% menyatakan akan golput.

Jika dibandingkan hasil survei pada September–Desember, Jokowi–Ma’ruf mengalami penurunan dari 57,7 persen ke 54,9 persen. Sedangkan Prabowo–Sandi mengalami kenaikan dari 32,3 persen pada September 2018 dan 34,8 persen pada Desember 2018.

4. Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research

Survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research dilaksanakan pada 17-28 Desember 2018 dengan jumlah responden 1.200 orang dengan margin of error sebesar 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Pada survei ini, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 55,6 persen, terpaut 20 persen dibanding Prabowo-Sandi yang meraih 32,3 persen. Sementara sisanya sebanyak 12,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Sebelumnya, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 54,6 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 30,6 persen. Responden yang tidak tahu atau tidak menjawab turun dari sebelumnya 14,8 persen. Jika dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya pada periode November 2018, elektabilitas kedua pasangan calon cenderung tidak berubah signifikan.

5. Y-Publica

Survei Y-Publica dilaksanakan pada 26 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019 dengan mewawancarai 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling (acak bertingkat). Margin of error dalam survei ini adalah 2,98% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Pada survei ini, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 53,5%, sedangkan Prabowo-Sandi 31,9%. Sementara swing voters cenderung di angka 14%.

Dari hasil penelitian itu, diketahui elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 dan 02 terpaut lebih dari 20%. Namun, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf stagnan kendati unggul dari rivalnya. Namun, jika dilihat dari empat kali survei Y Publica sejak penetapan capres-cawapres Agustus 2018, elektabilitas Jokowi – Ma'ruf Amin stagnan di angka 53-54%.

Meski begitu, Jokowi-Ma'ruf didukung mayoritas responden perempuan. Sebanyak 54,5% responden perempuan memilih Jokowi-Ma’ruf dan 31,6% responden perempuan mendukung Prabowo-Sandiaga. Sehingga, Di mata pemilih perempuan, 50,7% responden menganggap pasangan Jokowi-Ma’ruf paling peduli dengan hak-hak perempuan. Hanya 30,2% yang menganggap Prabowo-Sandiaga peduli dengan hak-hak perempuan.

Sumber : Okezone.com