Hari ke-10 SAR KM Virgo Transport 8, 3 Jasad Ditemukan
Tiga jasad korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan di hari ke-10 SAR. Total 126 korban ditemukan, 117 masih dicari.
Puing-puing Lion Air penerbangan JT-610 registrasi pesawat PK-LQP yang ditemukan./Ist-Lion Air Group
Harianjogja.com, JAKARTA- Pencarian kotak hitam (black cox) pesawat Lion Air JT 610 penerbangan PK-LQP masih berlanjut. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menggandeng Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) untuk kembali mencari "cockpit voice recorder" (CVR) Lion Air JT-610 PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, beberapa waktu lalu.
Pushidrosal mengerahkan KRI Spica-934 yang diberangkatkan dari Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (8/1/2019).
Keberangkatan kapal survei Hidro - Oseanografi dibawah pembinaan Pushidrosal tersebut dilepas Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro dan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono serta para pejabat utama kedua lembaga.
Kapushidrosal dalam keterangan tertulisnya, mengatakan, keberangkatan KRI Spica-934 yang memiliki peralatan bawah air dengan teknologi canggih ini untuk terus mencari keberadaan CVR yang sampai saat ini belum diketemukan dengan membawa alat yang lengkap seperti "Multibeam Echosounder (MBES), Sub Bottom Profiling (SBP), Magnetometer, Side Scan Sonar, ADCP" serta peralatan HIPAP yang mampu mendeteksi sinyal dari "black box" dari Lion JT-610.
"Selain peralatan tersebut KRI Spica-934 juga membawa ABK sebanyak 55 orang, personel KNKT 9 orang, penyelam TNI AL 18 orang, serta \'Scientist\' 6 orang," tuturnya.
Sementara itu, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa KNKT meminta bantuan Pushidrosal yang mempunyai peralatan yang mutakhir untuk mencari keberadaan CVR itu.
Dengan segala kekuatan yang ada, KRI Spica yang dikomandani Letkol Laut (P) Hengky Iriawan ini mempunyai waktu mencari CVR Lion Air nomor penerbangan JT-610 tersebut selama 15 hari, mengingat sinyal yang dipancarkan CVR selama 90 hari.
Saat ini waktu yang tersisa tinggal tersisa lebih kurang 15 hari lagi, sejak pesawat Lion Air jatuh di perairan Karawang 29 Oktober 2018 lalu.
"Kita akan fokuskan pencarian selebar 5 x 5 meter, di sekitar titik diperkirakan keberadaan keberadaan CVR. Dengan dengan segala upaya dan doa kita semua, kita harapkan CVR tersebut dapat diketemukan menyusul diketemukannya \'flight data recorder\' (FDR) beberapa waktu yang lalu untuk melengkapi investigasi penyebab pasti jatuhnya pesawat Lion Air," ucap Kapushidrosal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tiga jasad korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan di hari ke-10 SAR. Total 126 korban ditemukan, 117 masih dicari.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.