Advertisement
Keberadaan Tol Trans Jawa Mudahkan Mobilitas Logistik
Ilustrasi jalan tol. - JIBI/M. Ferri Setiawan
Advertisement
Harianjogja.com, BATANG-Presiden RI Joko Widodo menegaskan dengan terbangunnya jalan Tol Trans Jawa akan memudahkan mobilitas logistik dan pengguna jalan tol lebih mudah dan murah.
"Pembangunan jalan untuk memberikan pilihan pada masyarakat mau menggunakan tol Trans Jawa atau jalan nasional pantura, dipersilakan. Kita ingin dengan pembangunan jalan tol ini, mobilitas logistik, mobilitas orang lebih cepat lagi, mudah, dan murah," kata Presiden saat meresmikan jalan Tol Pemalang-Batang, dan Batang-Semarang di Jembatan Kalikuto, perbatasan wilayah Kabupaten Kendal dan Batang, Kamis (20/12/2018) sore.
Advertisement
Selain itu, tambahnya pembangunan jalan tol diharapkan dapat mengintegrasikan kawasan industri, ekonomi khusus, dan wisata agar investasi bisa masuk ke kawaasan indutri sehingga akan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
"Bagi daerah yang memiliki kawasan wisata yang terlalui jalan tol bisa dikembangkan lebih baik dan lebih banyak lagi sehingga masyarakat yang melalui jalan itu bisa berwisata dan menikmatinya," jelasnya.
BACA JUGA
Presiden mengemukakan setelah diresmikanya jalan tol ini maka para pengguna jalan ini tidak dipungut biaya sama sekali mulai hari ini hingga 1 Januari 2019.
"Itu berlaku hingga tanggal 1 Januari 2019," katanya.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono menambahkan bahwa tiga ruas ruas jalan tol di Jateng sepanjang 142 kilometer yang diresmikan oleh presiden yaitu Pemalang-Batang sepanjang 34 kilometer, Batang-Semarang 75 kilometer, dan Salatiga-Kartasura 33 kilometer.
Dengan tersambung tol Trans Jawa ini mulai dari Merak sampai Grati Pasuruan, Jawa Timur, lanjutnya sejak 2015 hingga 2018 telah diselesaikan secara keseluruhan pembangunan jalan tol sepanjang 616 kilometer.
Penyelesaian pembangunan jalan tol ini telah melengkapi ruas-ruas jalan tol yang sudah dibangun dan dioperasikan pada masa sebelumnya yaitu pada kurun waktu 1978 sampai 2004 sepanjang 242 kilometer.
"Adapun pada kurun 2005 hingga 2014 sepanjang 75 kilometer. Kami menyampiakan terima kasih dan apresiasinya pada seluruh Kementerian lembaga yang bersama telah bekerja siang dan malam selama proses pembangunan jalan tol Trans Jawa ini. Saya sampaikan terima kasih pada Menetri keuangan, Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, Menteri BUMN, TNI/Polri, serta masyarakat yang daerahnya dilintasi jalur tol ini," terangnya.
Sementara itu, Bupati Batang Wihaji yang ikut mendampingi Presiden Jokowi mengatakan terkait pembangunan penambahan "rest area" dengan konsep "Transit Orientide Development (TOD)" sudah dibicarakan dengan Menteri BUMN Rini Sumarno.
"Bu menteri [Rini Sumarno] menyatakan ok. Demikian juga dengan menteri PUPR Basuki Hadi Muljono memberikan izin," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa Darat M3,1 Guncang Pasaman, Getaran Terasa hingga Bukittinggi
- BGN dan Kemensos Matangkan Penyaluran MBG bagi Lansia dan Disabilitas
- BPJS Kesehatan Jelaskan Mekanisme Reaktivasi PBI JKN, Begini Caranya
- Ormas Islam Pahami Alasan Prabowo Masukkan RI ke Dewan Perdamaian
- Seleksi Sekolah Rakyat Dimulai, Kemensos Siapkan Kuota 30 Ribu Siswa
Advertisement
Sekolah Negeri Gunungkidul Bebas Guru Honorer, 700 Diangkat PPPK
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Nyadran Makam Sewu Wijirejo Bantul Digelar 9 Februari 2026
- Ini Skema Lengkap THR PNS 2026, Dari Nominal hingga Jadwal Cair
- Imlek 2026, KAI Daop 6 Percantik Stasiun Yogya dengan Lampion Merah
- OTT KPK di Banjarmasin, Kepala KPP Madya Ikut Diamankan
- Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali, Tiga Orang Tewas
- Aston Gejayan Yogyakarta Luncurkan Dua Paket Iftar Ramadan 2026
- KPK Gelar OTT di Bea Cukai Jakarta, DJBC Buka Suara
Advertisement
Advertisement



