Advertisement
Ini Laporan Kementerian ESDM Soal Capaian Tim Siaga Bencana Sulteng
Tim SAR berusaha mengevakuasi korban yang masih tertimbun reruntuhan di Hotel Roaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). - Antara/Basri Marzuki
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan hasil capaian tim siaga bencana selama bertugas membantu kawasan terdampak gempa, tsunami dan likuivaksi di Sulawesi Tengah (28/9/2018).
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Satry Nugraha di Kementerian ESDM Jakarta, Senin (17/12/2018), mengatakan, tim ESDM Siaga Bencana ini merupakan gabungan tim yang berasal dari 65 perusahaan yang dikoordinasikan oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.
Advertisement
Adapun hasil kegiatan KESDM siaga bencana, adalah pertama dalam kegiatan ini Tim ESDM Siaga Bencana berhasil menyelamatkan satu korban dalam kondisi hidup di reruntuhan Hotel Roa-Roa, di mana posisi korban dalam keadaan terjepit reruntuhan.
Tim ESDM Siaga Bencana telah melakukan evakuasi dengan total jenazah yang dievakuasi sebanyak 220 jenazah.
Kedua, penanganan kesehatan dan pelayanan medis telah dilakukan di 33 lokasi terhadap 13.126 orang yang berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Penanganan kesehatan atau pelayanan medis telah dilakukan
Ketiga, penanganan air bersih juga dilakukan Tim ESDM Siaga Bencana dengan membuat sumur bor sebanyak 40 lokasi. Tim ESDM Siaga Bencana juga melakukan survei geologi untuk pembuatan Peta Zonasi Rawan Bencana yang akan menjadi dasar untuk pelaksanaan Rehab Rekon wilayah Palu.
Survei tersebut meliputi survei kegempaan mikrozonasi, survei struktur geologi dan Sesar Palu, pengukuran Ground Penetration Radar (GPR), survei likuifaksi dan gerakan tanah. Peta ini dimaksudkan untuk dapat dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan dan mitigasi bencana, khususnya untuk daerah Palu - Donggala Barat.
Keempat, sebanyak 51 perusahaan dan perorangan sebanyak 862 orang telah memberikan kontribusi bantuan logistik, berupa kebutuhan hidup sementara di pengungsian, obat-obatan, tenda untuk kebutuhan sekolah, alat pengelolaan air bersih bagi 22.524 warga, dan lain-lain yang disalurkan melalui koordinasi dengan BNPB dan Korem 132 Tadulako.
Kelima, tim ESDM Siaga Bencana dengan cepat ikut membantu melakukan kegiatan pemulihan infrastruktur. Kegiatan ini diprioritaskan pada pembersihan, pembukaan akses jalan, perobohan gedung, dan lain-lain untuk fasilitas umum dengan menyediakan alat berat, operator dan tim rescue. Pemulihan tersebut dilakukan di daerah Petobo seluas 40 hektare.
Meskipun status keadaan darurat dihentikan pada tanggal 26 Oktober 2018, Tim ESDM Siaga Bencana tetap berkontribusi pada masa transisi menuju pemulihan dengan melakukan kegiatan pemulihan di Balaroa seluas 90 ha, dengan menurunkan 15 unit alat berat dan 20 orang operator.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Axioo Pongo Creator Club Bersama ELS.ID Sambangi Jogja
- BGN Wajibkan SPPG Unggah Menu Makan Bergizi Gratis di Media Sosial
- RSUD Saras Adyatma Bantul Siaga Hadapi Lonjakan Wisatawan Lebaran
- Ketua Paguyuban Prediksi Puncak Belanja Lebaran Beringharjo pada H-3
- Menteri ESDM, Harga BBM Subsidi Tidak Akan Naik hingga Lebaran 2026
- Pelecehan Siswa SLB Belum Ada Tersangka Polresta Jogja Tunggu Psikolog
- AJI Yogyakarta Buka Posko Aduan THR Jurnalis di DIY
Advertisement
Advertisement









