Advertisement
Igor Korobov, Kepala Badan Intelijen Rusia yang Terkena Kasus Racun Saraf Meninggal Dunia
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu (kiri) menyerahkan bendera kepada Kepala GRU Igor Korobov (kanan) dalam sebuah upacara di Moskow, Rusia, Selasa (2/2/2016). - Kementerian Pertahanan Rusia via Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Kepala badan intelijen militer Rusia, yang dituding bertanggung jawab atas peracunan eks mata-mata Rusia, Igor Korobov meninggal dunia. Ia dikabarkan meninggal karena penyakit yang sudah lama dideritanya.
Badan intelijen militer Rusia, GRU, dianggap bertanggung jawab atas peracunan mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya pada Maret 2018 oleh Pemerintah Inggris.
Advertisement
Selain itu, GRU juga dituding mencoba meretas badan pengawas senjata kimia global oleh Pemerintah Belanda dan dituduh meretas Pilpres AS pada 2016 oleh Pemerintah AS.
Dilansir dari Reuters, Kamis (22/11/2018), Igor Korobov meninggal dunia pada Rabu (21/11/2018). Namun, tidak disebutkan penyakit apa yang dideritanya.
Sebelum meninggal, nasib Korobov sebenarnya sudah menjadi spekulasi karena dia sempat dipanggil oleh Presiden Rusia Vladimir Putin setelah kasus Skripal terjadi. Korobov disebut mendapat kritik keras setelah Skripal dan putrinya mampu bertahan hidup dan GRU menjadi sasaran kritik di media Barat.
AS juga memasukkan Korobov dalam daftar hitam yang berisi orang-orang yang dinilai telah membantu Pemerintah Rusia dalam mengganggu keamanan siber.
Korobov tidak hadir dalam upacara ulang tahun GRU di Moskow pada bulan ini. Saat itu, Putin memuji kemampuan GRU yang dinilai luar biasa dan unik serta selalu siap mengorbankan apapun untuk negaranya.
Kasus peracunan terhadap Skripal dan putrinya di Salisbury, Inggris menjadi perhatian dunia karena keduanya ditemukan dalam keadaan tidak sadar di ruang publik. Belakangan, diketahui bahwa racun yang digunakan adalah Novichok, yakni racun saraf yang sangat kuat dan turut digunakan pada Perang Dunia II.
Pada 2004, Skripal ditahan badan intelijen Rusia karena dituding mengkhianati rekan-rekannya sesama agen Rusia ke badan intelijen Inggris. Namun, pada 2010 dia mendapat pengampunan dari Presiden Dmitry Medvedev sebagai bagian dari sebuah program pertukaran mata-mata.
Kasus ini berbuntut pada pengusiran 23 diplomat Rusia oleh Inggris.
Adapun Korobov adalah veteran tentara Soviet dan bergabung dengan GRU sejak 1985. Sementara itu, GRU adalah 1 dari 3 badan intelijen utama Rusia, selain Federal Security Service yang pengawasannya lebih untuk urusan dalam negeri dan SVR Foreign Intelligence Service.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Reuters/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Juan Pedro Franco, Mantan Manusia Terberat Dunia Meninggal
- Tanpa Kembang Api, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
- Trump Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki, Israel Waspada
- Trump Klaim 95 Persen Rencana Damai Rusia-Ukraina Telah Disepakati
- 46.207 Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api Hari Ini
Advertisement
Penumpang Kereta di Jogja Naik, Menhub Minta Layanan Ditingkatkan
Advertisement
Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis
Advertisement
Berita Populer
- Tanpa Kembang Api, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
- Tanpa Kembang Api, Kapolri Sebut Perayaan Tahun Baru Tertib
- Sleman Diuntungkan Lonjakan Wisata Libur Nataru
- Belgia Desak Israel Buka Akses Bantuan Kemanusiaan
- Malam Tahun Baru 2026, Tak Ada Kasus Pencopetan di Malioboro Jogja
- Top Ten News Harianjogja.com, Kamis 1 Januari 2026
- Keributan Warga dan Pengendara Motor Pecah di Piyungan Bantul
Advertisement
Advertisement



