Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Olah foto Prabowo Subianto dan Luhut Panjaitan./JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, JAKARTA- Pernyataan capres Prabowo Subianto soal pemerintah Indonesia yang dianggap menyerah ke bangsa asing ditanggapi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.
Luhut meminta Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto untuk membaca paket kebijakan ekonomi ke-16 dengan jelas, sebelum berkomentar. Ini disampaikan Luhut terkait pernyataan Prabowo yang menganggap pemerintah menyerah kepada bangsa asing.
Luhut mengatakan, paket kebijakan ekonomi baru dikeluarkan pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi untuk memperbaiki perekonomian di Tanah Air, di tengah pertumbuhan ekonomi global yang diprediksi masih akan melambat pada tahun 2019.
"Jadi kalau sudah kita baca baik-baik, komentarin. Kita tidak pengin rakyat kita susah," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/11/2018).
Menurut Luhut, tidak hanya kubu Prabowo yang sayang dengan masyarakat Indonesia. Pemerintah, kata dia, juga akan terus berusaha untuk memperkuat perekonomian di Tanah Air.
"Memangnya hanya kamu saja yang sayang sama negeri ini? Kita juga sayang kok sama negeri ini," ketus Luhut.
Meski demikian, Luhut tidak menjawab pertanyaan wartawan saat ditanya Prabowo sudah salah paham menilai paket kebijakan ekonomi ke-16 pemerintahan Jokowi.
"Ya tanya saja sendiri," ucap dia.
Sebelumnya Prabowo, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra itu mengkritik paket kebijakan ekonomi pemerintah ke-16. Prabowo menganggap paket kebijakan tersebut memberikan peluang besar kepada pihak asing untuk masuk dan menguasai 28 sektor industri di dalam negeri.
Prabowo menjelaskan bahwa paket kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia jilid 16 tidak sesuai dengan semangat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 terutama pada pasal 33 ayat 1 yang berbunyi bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan pasal 33 ayat 2 yang menyebutkan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
“Indikator-indikator saat ini menunjukan bahwa negara kita sedang memprihatinkan. Baru saja pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang menurut saya itu wujud bahwa kita menyerah total kepada bangsa asing," kata Prabowo di kediamannya di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/11/2018).
"Negara kita sangat kaya memiliki banyak sumber daya alam yang bisa kita kelola sendiri,” Prabowo menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag