Advertisement
Harus Tes DNA, Identifikasi Korban Lion Air JT610 Butuh 4 Hari

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Proses identifikasi jenazah korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 tujuan Pangkal Pinang, Bangka Belitung dilakukan Kepolisian Republik Indonesia setelah menunggu tes DNA dari jenazah yang dicocokkan dengan data antemortem dari keluarga.
"Untuk identifikasi jenazah korban menunggu hasil uji DNA yang diproses di lab selama 24 jam untuk dicocokan dengan data dari keluarga," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri (Kapusdokkes) Brigjen Polisi Arthur Tampi di Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018) malam.
Advertisement
Tes DNA sendiri, kata Brigjen Arthur, akan keluar hasilnya dalam empat hari sejak jenazah korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 masuk ke Instalasi Forensik RS Polri.
Keharusan menunggu uji DNA itu sendiri, adalah karena jenazah yang hampir semuanya masuk ke RS Polri berupa potongan tubuh dan sebagian besar dalam ukuran yang minimal.
"Inilah salah satu kesulitannya, karena jika bagian tubuhnya minimal bakal sulit diidentifikasi dengan metode pemeriksaan gigi atau sidik jari. Jadi semuanya menunggu tes DNA," ujar Arthur.
Kendati merupakan bagian-bagian kecil dari potongan tubuh korban, Arthur mengatakan tes DNA bisa dilakukan pada bagian-bagian tubuh tersebut walau ukurannya kecil.
"Karena DNA itu bisa dites melalui sel darah, rambut, sikat gigi, sisir, itu bisa diuji semua," katanya.
Hingga tanggal 31 sendiri, baru satu korban yang teridentifikasi yakni atas nama Jannatun Cintya Dewi kelahiran Sidoarjo 12 September 1994 yang beralamat di Dusun Prumpon Rt 001 Rw 001 Kecamatan Sukodono Jawa Timur yang merupakan anak ketiga dari Surtiyem dan Bambang Supriyadi.
Jenazah Jannatun teridentifikasi dengan No Post Mortem 0108 dari kantong jenazah DVI 00/Lion-Tj Priok/0010, teridentifikasi sesuai Antemortem 128.
Identitas korban tersebut, dari bagian tubuh yang ditemukan yakni tangan kanan dengan lima jari lengkap, kemudian menyambung bagian tubuh dada atas sampai perut menjadi satu bagian tidak terpisahkan.
Dari potongan tubuh korban tersebut, tim Inafis mencocokkan sidik jari tangan kanan dengan sidik jari tangan kiri di izasah dengan memiliki kecocokan 13 titik, ditambah dengan data yang menyebut kebiasaan korban memakai cincin yang khas di jari tengah tangan kanan.
Jenazah korban teridentifikasi sendiri sudah diserahterimakan pada perwakilam keluarga yang hadir di RS Polri Kramat Jati dan akan diterbangkan ke Sidoarjo Kamis (1/11/2018) sekitar pukul 05.00 WIB.
Sebelumnya, pesawat tipe B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik operator Lion Air yang terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta, Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 pada sekitar pukul 06.33 WIB.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E. Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB. Pesawat sempat meminta izin kembali ke Bandara Sopkarno-Hatta atau return to base sebelum akhirnya hilang dari radar.
Basarnas memastikan pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Korban dari pesawat nahas akan dievakuasi ke RS Polri.
Pesawat itu sendiri membawa 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua bayi dengan dua Pilot dan lima awak pesawat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Jadwal KA Bandara YIA dan KA Bandara YIA Xpress, 1 September 2025
Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Sepeda Motor Satpam DPRD Dibakar Saat Massa Menggelar Aksi di Cirebon
- Giliran Rumah Diduga Milik Menkeu Sri Mulyani Dijarah Massa
- Demo Anarkistis, Prabowo Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI Ambil Langkah Tegas
- Kesaksian Warga Saat Melihat Rumah Menkeu Sri Mulyani Dijarah Massa
- Kapolri: Haram Hukumnya Massa Terobos Markas Polisi, Bakal Ditindak Tegas
- Disangka Intel, Pengemudi Ojol Tewas Dikeroyok Massa
- Hadirkan JKT48 Dorong Inklusi Keuangan
Advertisement
Advertisement