Disuruh Dokter Buka Baju lalu Difoto dengan Ponsel, Pasien RS di Surabaya Lapor Polisi

Ilustrasi. - Antara
30 Oktober 2018 23:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SURABAYA- Kasus pelecehan pasien dilaporkan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya. Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya sedang mendalaminya.

Kasus ini dilaporkan ke Polrestabes Surabaya oleh pasien berinisial PJ (23) yang merasa dilecehkan secara seksual oleh oknum dokter di RSUD Dr Soetomo saat menjalani perawatan medis, usai mengalami kecelakaan di Surabaya pada sekitar sepekan lalu.

Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan kepada wartawan di Surabaya, Selasa (30/10/2018) petang, mengatakan perkara ini sudah dalam tingkat penyidikan.

Polisi sejauh ini telah melakukan pemeriksaan dan menggali keterangan dari sedikitnya delapan saksi.

PJ mengalami kecelakaan tunggal saat mobil sedan Toyota Corolla nomor polisi B 911 IN yang ditumpanginya bersama lima pemuda lainnya menabrak bundaran air mancur di perempatan Jalan Gubernur, Surabaya pada 24 Oktober lalu.

PJ adalah satu-satunya korban perempuan di mobil itu. Semula PJ diinformasikan sebagai warga negara asing asal Maroko. Namun kemudian polisi mengonfirmasi PJ adalah warga Cilandak, Jakarta yang sebelumnya memang pernah mengenyam pendidikan di Maroko.

Seluruh korban kecelakaan tunggal di dalam mobil sedan itu diinformasikan merupakan satu rekan kerja yang berprofesi sebagai kopilot di sebuah maskapai penerbangan.

Dalam kecelaaan itu, PJ mengalami patah tulang di bagian pinggul dan rusuk belakang.

Menurut laporannya yang secara resmi telah dilayangkan ke Polrestabes Surabaya, PJ dipaksa menanggalkan busananya oleh seorang dokter saat menjalani perawatan medis di RSUD Dr Soetomo Surabaya, lantas dipotret menggunakan telepon seluler dengan alasan untuk keperluan rekam medis.

"Penyidikan perkaranya sampai sekarang sedang kami dalami," ujar Kombes Rudi Setiawan.

Sumber : Antara