Advertisement

Pengungsi Gempa-Tsunami Apresiasi Bantuan dari Daerah Lain

Newswire
Selasa, 02 Oktober 2018 - 15:37 WIB
Kusnul Isti Qomah
Pengungsi Gempa-Tsunami Apresiasi Bantuan dari Daerah Lain Kawasan tanah bergerak (likuifaksi) yang terjadi akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 SR pada 28 September 2018 di Palu Selatan, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). - ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Advertisement

Harianjogja.com, SULTENG-Para pengungsi yang masih bertahan di halaman Mapolda Sulteng, di Jalan Soekarno-Hatta, sangat mengapresiasi bantuan dari daerah lain.

Mahmud, salah satu pengungsi dari Kelurahan Sengau-Sigi, Selasa (2/10/2018), mengatakan, jika banyak bantuan yang masuk ke posko itu.

Advertisement

Diantaranya dari wilayah Mamuju Sulbar termasuk dari Kapolda Sulbar yang juga ikut melihat langsung kondisi para pengungsi.

"Kapolda Sulbar memberikan bantuan yang cukup banyak termasuk pihak Polda Sulteng yang sangat memfasilitasi para pengungsi," ujarnya.

Ia mengaku sangat berterima kasih, apalagi pengungsi disini sempat kesulitan makanan, air minum dan pakaian bersih, namun Posko Polda Sulteng sangat membantu masyarakat korban selamat, termasuk menyiapkan lokasi untuk sholat.

Nining salah satu warga Tinggede yang juga bertahan di Posko Mapolda Sulteng mengaku, ikut membantu tim medis merawat pasien dan pengungsi lainnya yang terserang sakit.

Ia mengaku, memilih menginap di Mapolda Sulteng saat malam hari, sebab dirasakan lebih aman, serta bisa membantu para pengungsi lain yang memerlukan penanganan medis.

Ahmar FN, koordinator Posko Polda mengaku, pihaknya seoptimal mungkin membantu para pengungsi.

Mereka bisa tidur di tenda-tenda yang dibangun, namun tidak bisa tidur di dalam gedung Mapolda sebab dikhawatirkan jika terjadi gempa susulan, bangunannya rawan rubuh.

"Retakan akibat gempa terjadi dari bagian bawah bangunan hingga ke atas, kondisi ini membuat gedung sangat rawan rubuh," ujarnya.

Pengungsi bisa memasuki lobi Mapolda untuk menggunakan colokan listrik mengisi daya batrei hp.

"Namun mereka diberi waktu terbatas agar bisa mengantri," kata Ahmar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jangan Terlewat KIP Kuliah 2026 Dibuka Ini Jadwal dan Cara Daftar

Jangan Terlewat KIP Kuliah 2026 Dibuka Ini Jadwal dan Cara Daftar

Jogja
| Sabtu, 04 April 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement