Pesta Miras di Permukiman Solo Digerebek, Empat Pria Ditangkap
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Ilustrasi sabu-sabu./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA- Seorang politikus Demokrat asal NTT pesta sabu-sabu saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jakarta.
Seorang anggota DPRD Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur berinisial OH (46) ditangkap polisi saat berpesta sabu-sabu di sebuah hotel di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (25/9/2018) dini hari. Dia ke Jakarta karena ada keperluan dengan Kementerian Dalam Negeri.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menjelaskan OH datang ke Jakarta karena sedang mengikuti kegiatan yang digelar Kementerian Dalam Negeri. OH pesta sabu bersama seorang perempuan berinsial HH (23).
"Dia sedang ke Jakarta dalam rangka tugas audiensi dengan Kemendagri," kata Hengki, Rabu (26/9/2018).
OH juga telah dinyatakan positif sebagai pengguna narkoba melalui pemeriksaan urine. Dalam kasus narkoba ini, polisi juga telah meringkus pelaku lain berinisial UR yang diduga berperan sebagai pemasok sabu-sabu yang dikonsumsi OH.
Dari tangan OH, polisi menyisa sabu-sabu seberat 0,27 gram. Sedangkan dari pengembangan kasus ini, sabu-sabu seberat 0,23 gram juga turut disita polisi dari penangkapan UR.
Polisi juga masih terus mengembangkan kasus ini untuk mendalami apakah ada keterlibatan pelaku lain dalam kasus pesta narkoba yang dilakukan OH. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka kini telah mendekam di rumah tahanan Polres Metro Jakarta Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Rupiah menguat ke Rp17.997 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, didorong perbaikan PMI manufaktur Indonesia dan sentimen global.
DPRD DIY menilai stigma sekolah bermutu dan faktor biaya pendidikan menjadi penyebab sekolah kekurangan murid, bukan semata sistem zonasi.
Australia mengonfirmasi kematian massal satwa liar pertama akibat flu burung H5. Hingga kini tercatat 74 kasus, tetapi belum menyerang sektor unggas.
BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 94W yang berpotensi memicu hujan lebat dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia pada 3-6 Agustus 2026.
Ratih Handayani kembali ke kampung halamannya untuk mengemban amanah sebagai General Manager Garrya Bianti Yogyakarta.