Advertisement
Ma'ruf Amin Didesak Mundur dari Ketua MUI, PAN : Ini Usulan sejumlah Ulama
Ketua MUI Maruf Amin (kiri) dan CEO Obsession Media Group, Usama Hisyam disela penghargaan Obsession Awards 2018 dan Womens Obsession Awards 2018 di Jakarta, Kamis (22/3/2018). (JIBI/Bisnis - Nurul Hidayat)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Kendati menjadi cawapres pendamping Jokowi, Ma'ruf Amin hingga kini tak mundur dari jabatan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ketua DPP PAN Yandri Susanto meminta Ma'ruf Amin mundur sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia karena sedang berkonsentrasi sebagai bakal calon wakil presiden dan tidak elok masih mempertahankan posisi di MUI.
Advertisement
"Selama ini posisi Ketua Umum MUI belum pernah terlibat dalam politik praktis atau politik secara langsung," kata Yandri di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (19/9/2018).
Menurut dia, usulan PAN itu berasal dari suara ulama dan masyarakat di bawah agar Ma'ruf melepaskan jabatannya di MUI.
BACA JUGA
Menurut Yandri, pernyataan Ma'ruf yang tidak akan mundur sebagai Ketua Umum MUI sampai dilantik menjadi wapres itu tidak elok disampaikan ke publik.
Pernyataan itu, menurut Yandri, seolah-olah hanya Ma'ruf yang mampu menjalankan roda organisasi di MUI dan tidak ada yang lain.
Dia meyakini masih banyak ulama-ulama yang mampu menggantikan Ma'ruf untuk menjalankan organisasi MUI karena organisasi tersebut tidak hanya merepresentasikan satu ormas namun banyak ormas Islam di dalamnya.
"Saya yakin masih banyak ulama-ulama yang mampu menjalankan roda kegiatan MUI, seandainya Ma'ruf Amin mengundurkan diri sebagai Ketua Umum MUI," ujarnya.
Dia menilai jangan sampai MUI sebagai organisasi terseret-seret dalam politik praktis dan tidak tersandera kepentingan politik tertentu.
Di sisi lain menurut dia, MUI harus berjalan sebagiama biasanya yaitu tidak terganggu oleh dinamika masalah pemilu presiden.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
Advertisement
Advertisement








