Mantan Ketua DPRD Ponorogo Jadi Tersangka Korupsi Tunjangan Rp3,6 Mili
Kejari Ponorogo menetapkan mantan Ketua DPRD Ponorogo periode 2019-2024 sebagai tersangka dugaan korupsi tunjangan perumahan dengan kerugian negara sekitar Rp3,
Din Syamsuddin./Ardiansyah Indra Kumala-Solopos
Harianjogja.com MAGELANG-Tahun baru Islam harus menjadi momentum setiap manusia dengan berbagai latar belakang untuk melakukan hijrah mental menuju kepada kehidupan yang lebih baik, kata Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Din Syamsuddin.
"Setiap hadirnya tahun baru Islam jangan hanya dipahami dalam konteks sejarah Islam semata, yakni hijrah Nabi Muhammad dari Kota Mekkah ke Madinah, akan tetapi dalam konteks kehidupan saat ini perlu dipahami sebagai momentum untuk melakukan hijrah dalam arti lebih luas, yakni hijrah terkait mentalitas manusia dalam menjalani kehidupan," katanya dalam keterangan tertulis Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang di Magelang, Selasa (11/9/2018) petang.
Din Syamsuddin mengatakan hal itu di hadapan sekitar 10.000 umat pada acara Silaturahim Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) di Lapangan Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah bertepatan dengan peringatan 1 Muharram 1440 Hijriah pada 11 September 2018.
Ia mengemukakan pentingnya tahun baru Islam sebagai saat yang baik bagi umat untuk introspeksi dan evaluasi diri terhadap perjalanan hidup selama ini, untuk selanjutnya melakukan perbaikan pada masa mendatang.
"Setiap pribadi manusia apapun latar belakang kehidupan dan profesinya perlu melakukan hijrah mental," ujar dia dalam acara yang juga dihadiri Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais itu.
Ia menjelaskan tentang makna hijrah mental sebagai proses perubahan manusia menuju kebaikan, seperti dalam kepribadian, perilaku hidup, maupun wawasan kehidupan.
Selain itu, ujar dia, perbaikan dari kemungkaran dan kemaksiatan menuju ketaatan, kemunduran menuju kemajuan, dan kebodohan menuju kecerdasan. "Ketika proses hijrah secara mental mampu dilakukan maka kehidupan umat dan bangsa dalam berbagai bidang bisa menjadi lebih baik" katanya. Ia juga mengingatkan tentang potensi umat Islam sebagai kekuatan proses perubahan guna mewujudkan bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur bagi seluruh masyarakat.
Penasihat PP Muhammadiyah Amien Rais pada kesempatan tersebut menyampaikan beberapa catatan, antara lain tentang pasal-pasal dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang belum mampu diterapkan dan dipraktikkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya terkait dengan persoalan ekonomi.
Ia menyebut masih banyak aset dan kekayaan bangsa yang hanya dinikmati sekelompok orang. Aset dan kekayaan bangsa seharusnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran seluruh rakyat.
"Seluruh komponen bangsa perlu bersatu dan berjuang secara bersama-sama untuk mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial sehingga amanat yang ada dalam konstitusi dapat benar-benar diwujudkan," katanya.
Hadir dalam SKBM tersebut, antara lain Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Endra Endah Wacana, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jumari, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang Eko Muh Widodo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejari Ponorogo menetapkan mantan Ketua DPRD Ponorogo periode 2019-2024 sebagai tersangka dugaan korupsi tunjangan perumahan dengan kerugian negara sekitar Rp3,
Hasil FP1 Moto2 Inggris 2026: Manuel Gonzalez tercepat, pembalap Indonesia Mario Aji finis posisi ke-18 dengan selisih +1,691 detik di Silverstone.
Microsleep berbahaya! Simak 10 cara ampuh mencegah kantuk saat berkendara, mulai dari istirahat cukup hingga manfaatkan fitur keselamatan mobil. Selamatkan nyaw
Polsek Gamping membongkar sindikat curanmor lintas provinsi yang beroperasi di DIY dan Jawa Tengah. Dua pelaku ditangkap, motor curian dikirim ke Lampung menggu
Spider-Man: Brand New Day ternyata tidak banyak mengambil gambar di New York. Simak enam lokasi ikonik di Inggris dan Skotlandia yang menjadi latar film terbaru
Menpar berharap proses pendampingan tersebut dapat membawa Desa Kemiren meraih pengakuan sebagai salah satu desa wisata terbaik di dunia.