Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji Reguler 2027
Bandara Dhoho Kediri ditetapkan sebagai embarkasi haji reguler 2027 untuk melayani 9.641 calon haji dari 15 kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Hukum- ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas masih menunggu keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terkait usulan perubahan nama Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset. Hingga saat ini, pemerintah belum menerima informasi resmi mengenai perubahan nomenklatur rancangan undang-undang tersebut.
Supratman menjelaskan RUU tersebut merupakan inisiatif DPR RI dan telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas), sehingga pemerintah menunggu langkah lanjutan dari parlemen.
"Soal penggantian nama sampai hari ini saya belum tahu. Kami harus menunggu DPR," ucap Supratman kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Pemerintah Siap Bahas DIM Jika DPR Mengusulkan Perubahan
Menurut Supratman, apabila DPR RI memutuskan mengubah nama RUU tersebut, pemerintah akan mengikuti tahapan pembahasan sesuai mekanisme legislasi.
Ia mengatakan pemerintah bersama DPR RI akan menyusun Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) sebagai dasar pembahasan substansi rancangan undang-undang tersebut.
Usulan Muncul dalam RDPU Komisi III DPR
Wacana perubahan nama RUU Perampasan Aset muncul dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Komisi III DPR RI pada Selasa (4/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Komisi III menghadirkan Ketua Umum Persatuan Advokat Indonesia Firman Wijaya dan Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Islam Sultan Agung, Prof. Yeheskiel Minggus Tiranda, untuk memberikan pandangan terkait rancangan undang-undang tersebut.
Pakar Soroti Perbedaan Makna "Perampasan" dan "Pemulihan"
Dalam paparannya, Prof. Yeheskiel Minggus Tiranda menilai penamaan RUU perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk pesan yang ingin disampaikan kepada publik.
Ia menjelaskan istilah "perampasan aset" memiliki makna yang lebih tegas, sedangkan istilah "pemulihan aset" lebih menonjolkan pendekatan restoratif.
Menurutnya, penggunaan istilah "perampasan" cenderung memiliki konotasi represif, sementara "pemulihan" dinilai lebih humanis.
Komisi III Masih Mengkaji Berbagai Usulan
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengatakan pembahasan di internal komisi masih berlangsung dan berbagai usulan mengenai perubahan nomenklatur RUU terus bermunculan.
Ia menyebut salah satu usulan yang mengemuka adalah mengganti istilah "perampasan aset" menjadi "peralihan aset".
"Ada ide apakah perampasan aset ini bisa dijadikan judul atau ada nama lain. Banyak pihak yang memberikan masukan namanya bukan 'perampasan aset', diberikan saran 'peralihan aset'," ucapnya.
Hingga kini, Komisi III DPR RI masih mengkaji berbagai masukan tersebut sebelum menentukan langkah lebih lanjut dalam pembahasan RUU.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bandara Dhoho Kediri ditetapkan sebagai embarkasi haji reguler 2027 untuk melayani 9.641 calon haji dari 15 kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Cek syarat TOEFL LPDP 2026 untuk magister dan doktor, pilihan tes bahasa Inggris, masa berlaku sertifikat, serta pengecualian LoA.
Toto Wolff mengkritik sikap pembalap MotoGP terkait GP Qatar 2026 dan mendukung keputusan manajemen kejuaraan melanjutkan balapan.
Vivo dikabarkan mengembangkan smartphone layar lebar berukuran di bawah 6,5 inci. Ponsel tersebut ditargetkan meluncur pada 2027.
Neymar Sr. resmi menjadi CEO Santos hingga akhir 2026. Kelanjutan jabatannya bergantung pada hasil pemilihan presiden klub 12 Desember.
Perempuan 27 tahun meninggal dalam kecelakaan truk tangki dan Honda Beat di Ring Road Utara Sragen. Evakuasi melibatkan tim gabungan.