Advertisement
GEMPA LOMBOK: Bertambah Lagi, Gubernur NTB Sebut Jumlah Korban Meninggal 226 Orang
Evakuasi warga yang tertimpa atap masjid menggunakan alat berat. - Twitter/@Sutopo_PN
Advertisement
Harianjogja.com, LOMBOK UTARA-Data sementara jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi Pulau Lombok sudah mencapai 226 orang. Hal itu diungkapkan Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi.
"Sudah 226 saudara-saudara kami yang wafat sampai saat saya bicara ini. Mudahan tidak terus bertambah terlalu banyak karena masih banyak wilayah-wilayah yang belum terjangkau," kata Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB, di Kabupaten Lombok Utara, Rabu.
Advertisement
TGB yang berada di lokasi gempa Kabupaten Lombok Utara, menyebut data sementara jumlah korban meninggal dunia ketika menjawab pertanyaan wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta, melalui saluran telepon.
Saat ini, kata dia, proses tanggap darurat bencana gempa bumi difokuskan pada penyaluran bantuan dasar berupa makanan siap saji, paramedis dan proses evakuasi korban.
BACA JUGA
Proses evakuasi korban sedang diintensifkan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kayangan dan Bayan, termasuk Desa Bentek, Kecamatan Gangga, yang mengalami kerusakan cukup massif.
"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendoakan kami dan memberikan bantuan," kata TGB menutup wawancara karena menerima kedatangan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Sementara itu, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, menyebutkan data sementara warganya yang meninggal dunia akibat gempa bumi bertambah menjadi 23 orang.
"Sampai dengan Selasa malam [7/8/2018], korban jiwa bertambah menjadi 23 orang," katanya.
Korban meninggal dunia di Kabupaten Lombok Barat, tersebar di Kecamatan Batulayar sebanyak 10 orang, Kecamatan Gunungsari 8 orang. Kecamatan Lingsar dua orang, dan Kecamatan Narmada, Gerung, dan Lembar, masing-masing satu orang.
Gempa bumi berkekuatan 7,0 pada Skala Richter, mengguncang Pulau Lombok, dan Sumbawa, Minggu (5/8/2018) pukul 19.46 Wita.
Pusat gempa terletak pada 8.3 lintang selatan, 116.48 bujur timur Kabupaten Lombok Utara dengan kedalaman 15 kilometer.
105 orang tewas, 236 orang luka, lebih dari 84.000 orang mengungsi, ribuan rumah rusak akibat gempa 7 SR yang mengguncang Lombok dan Bali (data per 7/8/2018). Diperkirakan jumlah korban bertambah karena evakuasi korban tertimpa bangunan masih dilakukan Tim SAR gabungan. pic.twitter.com/yT0JE7KZ8G
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) August 7, 2018
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Iran Klaim Serang Kapal Induk Abraham Lincoln dan Tembak Jatuh F-35 AS
Advertisement
Advertisement









