Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Muhaimin Iskandar/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JAKARTA- Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur menyatakan para kiai bakal bisa merekomendasikan langkah politik baru bagi Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bila tidak terpilih sebagai cawapres Jokowi.
Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar menyatakan jika dalam satu atau dua hari ini Presiden Joko Widodo tidak memilih Muhaimin Iskandar sebagai cawapresnya maka para kiai sangat mungkin mendukung Muhaimin membangun poros baru.
"Kalau Pak Jokowi tidak memilih Pak Muhaimin maka kiai-kiai akan kumpul lagi, berembuk lagi. Opsinya bisa tetap mendukung Pak Jokowi, bisa juga poros baru," kata Kiai Marzuki Senin (6/8/2018) malam.
Menurut Kiai Marzuki, para kiai menilai kepemimpinan nasional yang ideal adalah sinergi nasionalis dan Islam moderat.
Dari beberapa nama tokoh Islam moderat, Muhaimin dianggap paling tepat untuk digandeng Jokowi pada Pilpres 2019.
"Para kiai sudah satu kalimat dan satu barisan mendukung Pak Muhaimin," kata Kiai Marzuki.
Kalau Muhaimin tidak dipilih maka para kiai ingin tahu tokoh yang akhirnya digandeng Jokowi.
"Kalau ternyata tokoh nasionalis juga yang dipilih atau tokoh Islam yang membahayakan Pancasila tentu opsi poros baru sangat mungkin," katanya.
Pada Sabtu (4/8/2018) sebanyak 95 kiai diwakili puluhan kiai meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajukan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden ke Presiden Jokowi.
Puluhan kiai yang menemui PBNU antara lain KH Usamah Mansyur (PP Buntet Cirebon, Jawa Barat), KH Imam Muarif (PP Darul Hikmah Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan), KH Nurul Huda Jazuli (PP Ploso, Jawa timur), TGH Taqiuddin Mansyur (Ketua PWNU NTB).
Selain itu juga KH Fardani (PP Mambaul Falah, Siwalan, Jawa Tengah), KH Muhammad Sani (PP Nurul Mulawarman, Kalimantan Selatan), KH Mukhlasin (Banyumas, Jawa Tengah), Habib Abdullah Ridho bin Yahya (Kalimantan Barat), KH Masud Masduki (Yogyakarta), dan KH Muhtadi Dimyati (Banten).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
BGN menutup 833 dapur SPPG pelaksana Program MBG karena melanggar SOP, mulai dari kasus keracunan hingga IPAL yang tidak memenuhi syarat.
Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang-Surabaya, Pasuruan, menewaskan empat orang setelah truk bermuatan kertas diduga hilang kendali.
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Lansia miskin di Kota Jogja yang kehilangan bantuan PKH berpeluang menerima bantuan ASLUM dari Pemkot Jogja sebesar Rp900.000.
KPK memastikan Febrie Adriansyah telah memakai rompi tahanan dan menerima kunjungan keluarga di Rutan Gedung Merah Putih KPK.