Bulog Pastikan Tetap Serap Gabah Meski Target 4 Juta Ton Tercapai
Bulog telah menyerap 3,5 juta ton setara beras hingga 24 Juli 2026 atau 87 persen dari target nasional 4 juta ton.
Gunung Agung keluarkan abu vulkanik./Okezone-PVMBG
Harianjogja.com, KARANGASEM-Melalui Kementerian Sosial, Pemerintah Pusat menyerahkan bantuan pokok untuk 4.894 orang pengungsi Gunung Agung yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, Sabtu (7/7/2018).
"Saat ini kami menyerahkan bantuan senilai Rp156,6 juta, meskipun tidak cukup besar. Namun, yang paling pokok adalah kebutuhan makanan, selimut dan obat-obatan pengungsi sudah kami siapakan," kata Menteri Sosial, Idrus Marham saat ditemui di Pos Pemantauan Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Sabtu.
Bentuk bantuan dana itu dalam bentuk logistik seperti 20.000 picis masker, 60 dos biskuit malkist, 30 dos biskuit rose, 20 dos kecap, 20 dos sambel, 60 paket untuk anak, 60 paket family kit, 20 paket sandang, 200 lembar selimut dan lauk pauk masing-masing berupa 240 paket A, B dan C.
Untuk kebutuhan para pengungsi Gunung Agung yang belum tercakup, pihaknya meminta kepada Pemkab Karangasem membuat perincian barang-barang yang dibutuhkan pengungsi secara cepat kepada Kementerian Sosial.
"Saya pastikan segala kebutuhan pengungsi akan dipenuhi untuk mengisi gudang-gudang yang ada dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang diluar dugaan," ujarnya.
Meskipun petugas PVMBG menjelaskan kepada Mensos bahwa indikasi-indikasi bahaya dari Gunung Agung belum signifikan dan mengkhawatirkan, namun pihaknya menegaskan segala kebutuhan logistik baik itu makanan dan obat-obatan untuk pengungsi harus selalu siap.
"Kedatangan saya kesini juga ingin mendapat penjelasan dari petugas PVMBG dan penjelasan dari pomerintah daerah terkait apa saja kebutuhan para pengungsi, apakah sudah dilayani atau tidak," katanya.
Untuk proyeksi tambahan kebutuhan pokok pengungsi ke depan, pihaknya meminta pemerintah daerah segera mengajukan kepada Kementerian Sosial. "Kami tinggal menunggu surat dari bupati, itu saja," katanya.
Terkait adanya arahan para pengungsi agar kembali ke rumahnya masing-masing di luar radius empat kilometer, kata Idrus, semua tergantung pada indikasi-indikasi dampak aktivitas Gunung Agung.
"Jadi semua masyarakat saya harap berhati-hati, karena masalah erupsi atau tidak Gunung Agung ini kadang-kadang susah diprediksi. Namun, indikasinya belum mengkhawatirkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bulog telah menyerap 3,5 juta ton setara beras hingga 24 Juli 2026 atau 87 persen dari target nasional 4 juta ton.
Polres Bantul menyiapkan ETLE di Simpang Tiga Cepit. Kamera berbasis AI belum terpasang dan waktu penerapannya masih menunggu.
Suzuki menghadirkan XL7 Facelift 2026 dan mengandalkan Fronx hybrid di GIIAS 2026 untuk memperkuat penjualan pada semester II/2026.
Gelar Potensi Umbulharjo 2026 menjadi ajang promosi UMKM, kelompok tani, dan bank sampah sekaligus memperkuat kolaborasi masyarakat di Jogja.
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi resmi dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 usai menerima surat dari PSSI.
Produktivitas petani kakao dinilai menjadi kunci daya saing industri kakao Indonesia. Cargill menekankan pentingnya pelatihan, sertifikasi, dan keberlanjutan.