Arsenal Resmi Daratkan Ezri Konsa dari Aston Villa
Arsenal resmi mendatangkan Ezri Konsa dari Aston Villa dengan transfer permanen. Bek Inggris itu akan mengenakan nomor punggung 15.
Ilustrasi embun es di daun./Instagram @adalahkabbandung via Antara
Harianjogja.com, MAGELANG-Fenomena embun es yang terjadi di kawasan dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, bisa terjadi di daerah lain, kata Deputi Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Herizal. Embun es di Dieng mempengaruhi tanaman kentang.
"Kejadian embun es di Dieng bisa terjadi di pegunungan lain, tetapi tidak terlaporkan," kata Herizal usai penutupan sekolah lapang iklim tahap III yang diselenggarakan BMKG di Desa Pekunden, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Sabtu (7/7/2018).
Ia mengatakan, kejadian di Dieng terlaporkan karena ada nilai ekonominya, yakni tanaman kentang. Karena daerah lain tidak ada nilai ekonominya maka tidak terlaporkan.
Menurut dia, tanaman tertentu bisa terdampak dengan adanya embun es tersebut, antara lain tanaman kentang. "Embun es yang menempel di daun tanaman kentang, lama kelamaan bisa rapuh sehingga daun mengering," katanya.
Ia menuturkan selama musim kemarau belum habis fenomena embun es itu bisa terjadi di kawasan Dieng.
Ia menjelaskan pada musim kemarau langit lebih kering, akibatnya ketika malam hari suhu lepas semua tidak ada yang menahan sehingga terjadi percepatan pendinginan. Oleh karena itu tempat-tempat pegunungan yang daerahnya bersih dan langitnya cerah maka malam hari lebih dingin.
Ia mengatakan, di dataran tinggi Dieng fenomena itu biasa terjadi, setiap tahun pasti ada.
Petani kentang di dataran tinggi Dieng, Budiono ketika dihubungi mengatakan pada musim kemarau ini dalam dua hari terakhir telah terjadi embun es yang menempel di plastik mulsa atau tanaman kentang.
Menurut dia, embun es yang terjadi pada Jumat (6/7/2018) lebih tebal dibanding Sabtu pagi. "Memang tadi pagi juga terjadi embun es, tetapi tidak begitu tebal," katanya.
Ia mengatakan embun es bisa terjadi selama musim kemarau, tetapi tidak setiap hari bisa terjadi embun es. "Pada hari-hari tertentu saja kalau suhunya sangat dingin terjadi embun es. Kalau suhu dingin dan tidak ada angin biasanya terjadi embun es," katanya.
Menurut dia, embun es bisa merusak tanaman kentang, sedangkan terhadap tanaman wortel dan kool tidak berpengaruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Arsenal resmi mendatangkan Ezri Konsa dari Aston Villa dengan transfer permanen. Bek Inggris itu akan mengenakan nomor punggung 15.
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Guru Besar UGM Prof. Priyono Suryanto mendorong tiga transformasi penanganan karhutla, dari respons krisis menuju penjagaan hutan berkelanjutan.
BMKG mencatat 11.869 titik panas di Kaltim pada 1-21 Agustus 2026 dan meminta penguatan mitigasi karhutla menjelang puncak panas.
DPRD Sleman menyoroti pencairan dana JPS yang dinilai perlu dipercepat. Dinsos Sleman mulai menyederhanakan tahapan permohonan bantuan