Advertisement
Rp8 Triliun Uang dari Jakarta Mengalir ke Daerah selama Lebaran
Ilustrasi - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Libur Lebaran tahun ini sangat berdampak signifikan terhadap perputaran dan aktivitas ekonomi di daerah tujuan mudik, khususnya di Pulau Jawa.
Data dari Bank Indonesia menyebut perputaran uang selama musim liburan Lebaran tahun ini mencapai Rp188 triliun, sekitar Rp 41 triliun (22%) berasal dari Jabodetabek.
Advertisement
Tahun ini jumlah pemudik dari Jakarta dan sekitarnya diperkirakan naik sekitar 4% dari tahun lalu dari 6,8 juta orang. Tahun ini diperkirakan sekitar 7 juta pemudik dengan tujuan mayoritas ke Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Jika tahun lalu diperkirakan sekitar Rp7 triliun maka tahun ini diprediksi sekitar Rp8 triliun. Kenaikan jumlah pemudik yang bertambah dan lama tinggal di daerah akan menambah perputaran uang.
Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan kebijakan yang menambah libur bersama dua hari sehingga libur Lebaran tahun ini mencapai 10 hari secara otomatis akan menambah lama tinggal para pemudik di daerahnya dan berkesempatan untuk kuliner dan berwisata.
"Dengan demikian geliat ekonomi di daerah semakin bergairah dan ini menjadi kesempatan bagi UKM yang berdagang di sekitar kawasan wisata," katanya kepada Bisnis.com, jaringan Harianjogja.com, Jumat (15/6/2018).
Dia menuturkan dari total jumlah pemudik tahun ini sekitar 19 juta orang, sekitar 7 juta orang berasal dari Jakarta dan sekitarnya.
"Untuk tahun ini, uang dari Jakarta yang mengalir ke daerah tujuan mudik diperkirakan naik sekitar 10%-13%," ungkapnya.
Dia memaparkan dengan jumlah pemudik sekitar 7 Juta atau setara dengan 2,3 juta kepala keluarga, jika membawa uang rata rata Rp3,5 juta maka perpindahan uang diperkirakan mencapai Rp8 triliun.
"Ini asumsi paling rendah. Namun, berpotensi di atas itu karena dengan THR dan bonus yang diterima pekerja swasta maupun PNS dan lama tinggal didaerah diperkirakan uang yang dibawa per keluarga," jelasnya.
Selama di daerah pengeluaran yang paling dominan disamping biaya transportasi/perjalanan adalah belanja kuliner di tempat wisata, pernak-pernik Lebaran, konsumsi rumah tangga serta uang yang diberikan kepada keluarga di kampung.
"Momentum Lebaran memang sangat ditunggu tunggu oleh pelaku UKM di daerah tujuan mudik karena mampu mendongkrak omzet mereka terlebih dengan libur Lebaran," kata Sarman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
- Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz hingga Terbakar
- Friderica Widyasari Sari Terpilih Ketua OJK 2026-2031
Advertisement
Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Wilayah DIY, Jumat 13 Maret 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Militer Iran Minta Warga Kawasan Laporkan Lokasi Pasukan AS dan Israel
- PSIM Imbang Lawan Persijap, Van Gastel Akui Lemah Antisipasi Bola Mati
- Kasus Bibi Kelinci Viral, Eks Jenderal Polri Soroti Cyberbullying
- Tes Urine Kru Bus di Palbapang Bantul: 1 Orang Terindikasi Morfin
- Hattrick Valverde Bungkam City, Real Madrid Menang Telak 3-0 di UCL
- Bapanas: Stok Beras 47,1 Juta Ton di 2026, Indonesia Diklaim Surplus
- Wisata Sleman 2026 Tembus 955 Ribu Kunjungan, Didominasi Turis Jawa
Advertisement
Advertisement




