Ledakan Diduga Kebocoran Gas di Bekasi, Ayah dan Anak Tewas
Ledakan diduga akibat kebocoran gas di Bekasi melukai enam orang satu keluarga. Ayah dan anak meninggal setelah mengalami luka bakar parah.
Pelaku dilumpuhkan polisi./Okezone
Harianjogja.com, PEKANBARU-Mapolda Riau di Pekanbaru diserang oleh sekumpulan terduga teroris memakai pedang.
Palaku yang menyerang polisi dengan pedang tersebut menyebabkan dua polisi terkena tebasan dan satu polisi tewas di rumah sakit.
Dari pihak terduga teroris, tiga pelaku berhasil ditembak mati dan satu lainnya dilumpuhkan.
Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang menjelaskan bahwa salah satu pelaku yang tewas diketahui bernama Pangah yang merupakan jaringan JAD dan telah dalam bidikan Polri.
Seperti diketahui, Mapolda Riau di Pekanbaru diserang oleh orang tak dikenal yang diduga teroris. Polisi yang saat itu sedang menggelar gelar perkara tentang kasus narkoba dikejutkan dengan aksi para pelaku yang menggunakan samurai atau pedang tersebut.
Usai menabrak kerumuman polisi dan wartawan yang ada di lokasi, pelaku langsung turun dari mobil dan secara membabi buta menyabetkan samurai ke arah kerumunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Ledakan diduga akibat kebocoran gas di Bekasi melukai enam orang satu keluarga. Ayah dan anak meninggal setelah mengalami luka bakar parah.
Pemkot Jogja mendorong koperasi mengembangkan sektor riil melalui SiKepo agar usaha anggota dan koperasi terintegrasi serta lebih produktif.
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
Tiga karya budaya Sleman resmi ditetapkan sebagai WBTb nasional 2025, yakni Reog Keprajuritan, Sruntul, dan Bebek Bacem Nglengis.
Gus Rozin menghormati mekanisme AHWA dalam pemilihan Ketum PBNU dan mengajak warga NU menjaga persatuan setelah keputusan Muktamar ke-35.