Dony Oskaria Tegaskan Manajer Kopdes Bukan Pegawai BUMN, Ditugaskan 2 Tahun
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Mobil yang digunakan pelaku teror berpedang./Okezone
Harianjogja.com, PEKANBARU-Mapolda Riau di Pekanbaru diserang teroris menggunakan pedang, Rabu (16/5/2018). Dalam peristiwa itu, dua polisi terluka akibat tebasan pedang terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau.
Serangan yang dilakukan sekira delapan orang terduga teroris itu sempat membuat kepanikan polisi dan wartawan yang akan melakukan gelar perkara kasus narkoba. Polisi yang terluka tersebut diketahui bernama Brigadir John Hendrik dari Provost Polda Riau dan salah satu anggota polisi bernama Kompol Farid.
Seperti diketahui, Mapolda Riau di Pekanbaru diserang oleh orang tak dikenal yang diduga teroris. Polisi yang saat itu sedang menggelar gelar perkara tentang kasus narkoba dikejutkan dengan aksi para pelaku yang menggunakan pedang tersebut.
Informasi dari Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto, sebanyak tiga orang tewas ditembak mati, sedangkan satu orang lainnya kabur dan masih dikejar polisi. Pelaku melakukan penyerangan menggunakan mobil minibus jenis Avanza.
Usai menabrak kerumuman polisi dan wartawan yang ada di lokasi, pelaku langsung turun dari mobil dan secara membabi buta menyabetkan samurai ke arah kerumunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Pembangunan gerai KDMP Kepuharjo, Sleman, belum berjalan karena lokasi yang diajukan masuk KRB III dan berstatus LP2B.
Warga Cokrodiningratan belajar mengolah lele menjadi keripik sebagai inovasi pangan sekaligus membuka peluang usaha rumahan.
Pesawat tempur F-16 milik Angkatan Udara AS jatuh saat hendak mendarat di Pangkalan Udara Spangdahlem, Jerman. Pilot selamat.
KPK menggeledah Kantor Pertanahan Kota Mojokerto terkait penyidikan dugaan korupsi mafia tanah ATR/BPN yang bermula dari OTT kasus HGB Summarecon.
Anggota Komisi C DPRD Bantul Yuliana Tumonglo meminta Pemkab memperbanyak embung dan memperluas jaringan PDAM untuk mengatasi kekeringan.