AS Resmi Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Puluhan Warga Palestina Tewas Ribuan Terluka

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. - Reuters
15 Mei 2018 21:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Pemindahan kantor Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem memicu protes yang menyebabkan puluhan warga Palestina tewas tertembak.

Amerika Serikat resmi memindahkan kantor kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem Selasa (15/5/2018) ini waktu setempat.

Pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem tersebut ikut dihadiri delegasi AS-termasuk penasihat Gedung Putih Jared Kushner dan Ivanka Trump, putri Donald Trump.

Gelombang protes ribuan masyarakat Palestina pun pecah. Penembak jitu militer Israel sedikitnya menembak mati puluhan demonstran dan melukai dua ribu orang lebih di perbatasan Gaza. Bocah berumur 14 tahun merupakan satu dari 52 orang yang tewas ditembak sniper Israel.

Donald Trump, melalui rekaman video, menyebut Amerika Serikat akan selalu menjadi sahabat paling dekat untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah. Israel dan Yerusalem, kata dia, merupakan spirit yang tak terpatahkan bagi masyarakat Yahudi.

"Kami merekatkan persahabatan dengan Israel, Palestina, dan negara tetangganya," kata Trump.

Sebelumnya, Trump telah mengucapkan selamat atas dipindahkannya kedubes AS ke Yerusalem melalui akun Twitter pribadinya.

"Hari besar untuk Israel. Selamat," cuitnya.

Aksi penolakan pemindahan kantor Kedubes AS ke Yerusalem ini diprotes keras oleh pimpinan Al Qaeda Ayman al Zawahiri dan mengimbau kelompok jihadis untuk berperang melawan AS.

Sementara itu, pemerintah Rusia menyebut dipindahkannya Kedubes AS ke Yerusalem dari Tel Aviv akan meningkatkan tensi konflik di Timur Tengah, sementara Turki klaim keputusan tersebut bakal menciptakan permasalahan baru. (Dailymail)

Sumber : Suara