NPD World Tour Digelar 12 Titik, Disiarkan Live 72 Jam Nonstop
NPD World Tour akan digelar di 12 lokasi pada 23–26 Juli 2025 dan disiarkan langsung selama 72 jam. NPD juga menyiapkan lagu baru usai tur.
Ledakan di gereja Surabaya, Minggu (13/5/2018)./Ist-Okezone
Harianjogja.com, SURABAYA-Korban ledakkan bom di sejumlah Gereja di Surabaya masih terus dievakuasi oleh pihak kepolisian. Korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Surabaya.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, kejadian ledakkan bom di sejumlah gereja terjadi pada Minggu pagi. Untuk GKI Diponegero terjadi sekira pukul 08.00 WIB dan di Santa Maria Ngagel sekira pukul 07.30 WIB. Saat itu, umat kristiani sedang menjalankan ibadah Minggu.
"Untuk Gereja Santa Maria Ngagel ada dua korban meninggal dunia dan 11 masuk rumah sakit. Termasuk ada anggota polisi," kata Barung, Minggu (13/5/2018).
Di GKI Diponegero, lanjut Barung, ada seorang ibu-ibu yang meninggal dunia akibat ledakan bom yang diduga bom bunuh diri itu. "Di tempat lain kita melakukan identifikasi yang sama. Kita masih melakukan identifikasi korban yang lain," tegasnya.
Sementara kondisi terkini di lokasi, petugas masih memasang garis polisi dan masih tertutup. Warga juga dilarang mendekat ke lokasi kejadian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
NPD World Tour akan digelar di 12 lokasi pada 23–26 Juli 2025 dan disiarkan langsung selama 72 jam. NPD juga menyiapkan lagu baru usai tur.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Bumi Handayani melalui program alam lestari.
Studi terbaru ungkap kucing lebih sehat jika punya akses luar rumah, terutama saat hidup bersama banyak kucing.
Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2.2C Sleman-Gamping sepanjang 7,96 km resmi dimulai, exit tol direncanakan di Ambarketawang.
IHSG berpeluang lanjut menguat dan uji level 6.000, didorong sentimen IPO dan global yang membaik.
Sebanyak 33 kebakaran terjadi di Jogja Januari–Juni 2026, mayoritas dipicu korsleting listrik di permukiman padat.