Advertisement
Bule Austria Digaruk Satpol PP di Kamar Hotel Saat Kencan Dengan Kekasih Jarak Jauhnya
Seorang bule ikut terciduk razia yang digelar Satpol PP Sukoharjo, Jumat (11/5 - 2018) sore. (Istimewa/Satpol PP Sukoharjo)
Advertisement
Harianjogja.com, SUKOHARJO - Apes dialami seorang bule Austria. Orang asing yang kencan setelah pacaran jarak jauh itu justru terciduk razia Satpol PP.
Razia Sukoharjo digelar Satpol PP menjelang Ramadan. Seorang warga negara asing asal Austria, David bersama teman wanitanya terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah hotel kelas melati dan indekos, Jumat (11/5/2018) sore hari. Mereka terjaring operasi pekat bersama 11 pasangan tak resmi lainnya.
Advertisement
Operasi pekat dilaksanakan tim gabungan menjelang bulan puasa di sejumlah hotel di wilayah Kartasura, Grogol dan Sukoharjo. Tim gabungan berasal dari Polres Sukoharjo, Kodim 0726/Sukoharjo serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo.
Anggota tim gabungan dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka menyebar dan menyisir sejumlah hotel kelas melati yang diduga sering menjadi tempat berbuat mesum pada sore hari.
BACA JUGA
Anggota tim gabungan kali pertama mendatangi Hotel Kendedes Sukoharjo Kota. Petugas menyisir satu per satu kamar. Hasilnya, petugas mendapati sejumlah pasangan tak resmi berada di kamar hotel.
“Kami banyak mendapat laporan dari masyarakat ihwal tindak asusiadi sejumlah hotel kelas melati. Kami ingin menindaklanjuti laporan masyarakat menjelang Ramadan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketenteraman Satpol PP Sukoharjo, Wardino, Jumat petang.
Selanjutnya, sebagian anggota tim gabungan mendatangi Hotel Amanda di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol. Petugas mendapati David tengah berduaan dengan teman wanita yang merupakan warga Kecamatan Grogol.
Kala itu, mereka tak dapat menunjukkan buku nikah. "Ada bule asal Austria yang berada di dalam kamar dengan teman wanita. Mereka menjalin hubungan asmara namun jarak jauh. Nah, sekarang bertemu di hotel," ujar dia.
Selain hotel, petugas juga menyasar indekos di Dusun Tlobong, Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol. Indekos itu dihuni campur laki-laki dan perempuan. Sejumlah penghuni indekos didapati berduaan dengan lawan jenis di kamar.
Petugas lantas mendata identitas diri masing-masing pasangan sekaligus pembinaan. Mereka diminta membuat surat pernyataan agar tak mengulangi perbuatan. Apabila diulangi lagi maka mereka akan diberi sanksi tindak pidana ringan (tipiring).
Setiap pasangan tak resmi juga wajib lapor ke Kantor Satpol PP Sukoharjo dua kali dalam sepekan. "Jumlah pasangan tak resmi yang ditangkap sebanyak 12 pasang," tutur dia.
Lebih jauh, Wardino menambahkan petugas Satpol PP bersama aparat kepolisian bakal menggiatkan patroli keliling selama Ramadan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
- Kecelakaan Beruntun di Jalur Ngawi-Mantingan, Truk Tabrak Bus Mira
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
- Korut Kecam Jepang soal Denuklirisasi, Ketegangan Meningkat
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
Advertisement
SPPG Didesak Tanggung Jawab Penuh Kasus Keracunan di Bantul
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran
- Pajak Kendaraan Bekas Kini Lebih Mudah, Tak Perlu KTP Pemilik Lama
- Cuaca Pagi Terik Lalu Hujan Tiba-tiba Ini Penyebabnya
- Dana PIP 2026 Cair, Siswa SMA Bisa Terima hingga Rp1,8 Juta
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Sekolah Rakyat Lendah Dikebut, Target Juli Sudah Dibuka
- Harga Tanah di Sekitar Kelok 23 Melonjak, Investor Belum Masuk
Advertisement
Advertisement




