Advertisement
Libur Lebaran Terlalu Panjang Kacaukan Rantai Distribusi dan Merusak Kinerja PNS
Ilustrasi distribusi barang - JIBI photo
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Penambahan libur Lebaran dinilai pelaku usaha akan mengganggu produktivitas juga rencana usaha yang sudah disusun jauh-jauh hari.
Yurie Rusphandy, pendiri dan pemilik Rattu Beverage, perusahaan distributor minuman premium, mengatakan bahwa selain mengganggu perencanaan bisnis dan manajemen yang sudah disusun, penambahan libur juga akan mengubah rencana produksi.
Advertisement
Padahal, sebagai distributor, Yurie sudah punya target yang harus dipenuhi agar bisnis bisa maksimal. Selama ini, kata Yurie, perusahaan memang menerapkan sistem libur atau cuti bagi yang merayakan hari raya tersebut.
Bagi karyawan yang muslim, maka ada libur khusus di hari raya Idul Fitri. Hal ini berlaku juga bagi karyawan beragama lain di hari raya mereka masing-masing. Namun perusahaan sudah punya perhitungan sendiri soal berapa lama mereka diizinkan libur.
BACA JUGA
“Kebijakan libur panjang yang dicanangkan pemerintah, menurut kami terlalu lama. Padahal sejak awal tahun kami sudah menetapkan libur hari raya perusahaan. Tentu hal ini akan sangat mengganggu kegiatan operasional dan produksi kami," tegas Yurie, lewat rilisnya, Kamis (3/5/2018) malam.
Sebagai perusahaan bahan baku minuman dengan jaringan distributor yang sudah tersebar di 7 kota besar dan melayani permintaan dari seluruh indonesia, kebijakan libur tambahan dadakan juga membuat distribusi perusahaan bisa tergangggu, pembelian maupun omzet usaha bisa terkoreksi.
Yurie mengklaimbahwa produk bahan baku minuman yang dikelolanya sudah dipercaya dan digunakan oleh banyak hotel restoran dan cafe ternama di Indonesia. Alhasil, ia khawatir jika kebijakan libur itu akan mengganggu proses pengiriman barang yang sudah terjadwal ke pelanggan.
"Menurut hemat saya, pemerintah bisa mengkaji ulang, agar proses dan rencana yang sudah disusun para pengusaha tidak berubah," kata Yurie.
Selain itu ebijakan libur yang terlalu panjang, lanjutnya, akan berdampak pada penurunan produktivitas. Seringkali, karena libur terlalu panjang, semangat atau etos kerja para karyawan tidak langsung 'tune in'. Alhasil, dari sisi kinerja cenderung turun.
“Pengusaha seperti kami tentu berharap kinerja karyawan, perusahaan tetap berjalan baik,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi Pendidikan DPR RI Yayuk Sri Rahayuningsih menilai, penambahan hari libur dan cuti, juga akan mengganggu kinerja pegawai negeri sipil (PNS) terutama mereka yang bekerja di sekolah. Sehingga, kebijakan tersebut, mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
“Penambahan libur dan cuti bisa mengganggu proses belajar mengajar. Siswa bisa banyak kehilangan kesempatan untuk menyelesaikan mata pelajarannya sesuai waktu," ujar Yayuk.
Kalau pun pemerintah tak mau mengubah kebijakan, akan lebih baik, para sekolah tidak ikut diliburkan supaya proses belajar siswa dapat tepat waktu. Namun, alangkah lebih baik pemerintah dapat mengevaluasi lagi kebijakan tersebut.
Adapun bagi PNS yang tetap bolos usai libur panjang, ia minta agar KemenPan-RB memberi saksi tegas. Perilaku PNS tersebut, dinilai sangat buruk dan memberi pesan bahwa kinerja PNS memang tidak produktif.
"Dikasih sanksi yang berat, tak hanya teguran. Sudah libur panjang, tetap bolos, kapan kerjanya, gak produktif itu,” tegasnya.
Seperti diketahui, tiga menteri telah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2018. Dalam SKB itu tertuang bahwa cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah total jadi sembilan hari terhitung dari 11 hingga 20 Juni 2018, dari sebelumnya 4 hari, menjadi 7 hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Dampak Serangan AS-Israel, Korban Pelajar di Iran Tewas Capai 85 Orang
- Serangan AS-Israel ke Iran, 4 Penerbangan Internasional Bali Tertunda
- Adipura 2025 Nihil, Pengelolaan Sampah Dinilai Belum Layak
- AKBP Didik Terima Uang Keamanan dari Bandar Narkoba Koko Erwin
- Bentrok Pakistan-Afghanistan Memanas, PBB Serukan Jalur Diplomasi
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal SIM Keliling Bantul 28 Februari 2026, Cek Lokasi dan Jamnya
- TPID Pastikan Stok Pangan Kota Jogja Aman Selama Ramadan
- KPK Bongkar Modus Safe House Kasus Suap Bea Cukai
- Jadwal SIM Keliling Jogja 28 Februari 2026, Malam di Alun-Alun Kidul
- Barahmus DIY Targetkan Museum Rempah dan Keris Bergabung di 2026
- Jadwal KA Bandara YIA 28 Februari 2026, Lengkap
- Kemensos Usul Relawan Antar MBG untuk Lansia dan Disabilitas
Advertisement
Advertisement





