Advertisement
SBMPTN 2018: Jumlah Pendaftar Melebihi 2017
Ilustrasi ujian masuk PTN. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan ditutup Jumat (27/4/2018) malam ini.
Ketua Panitia Pusat SBMPTN Profesor Ravik Karsidi mengatakan bahwa pendaftar pada tahun ini melebihi jumlah pendaftar pada tahun sebelumnya.
Advertisement
"Sampai hari ini, jumlah pendaftar SBMPTN sudah melebihi jumlah pendaftar tahun lalu. Malam ini, pendaftaran SBMPTN akan ditutup," ujar Ravik saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (27/4/2018).
Jumlah pendaftar SBMPTN hingga Jumat pagi sebanyak 817.257 peserta yang terdiri atas 326.137 kelompok ujian Saintek, 341.693 untuk kelompok ujian Soshum, dan sebanyak 149.427 untuk kelompok ujian Campuran.
BACA JUGA
"Bagi yang akan mendaftar, diminta segera mendaftar," katanya.
Jumlah pendaftar SBMPTN 2017 sebanyak 797.02 peserta yang terdiri atas reguler 639.049 peserta dan 157.974 orang melalui Bidikmisi.
SBMPTN 2018 merupakan seleksi berdasarkan hasil ujian tulis berbasis cetak (UTBC), ujian tulis berbasis komputer (UTBK), atau kombinasi hasil ujian tulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa.
Pendaftaran SBMPTN dimulai pada tanggal 5 April 2018 pukul 08.00 WIB dan berakhir tanggal 27 April 2018 pukul 22.00 WIB. Prodi yang ada di perguruan tinggi negeri (PTN) dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Saintek dan kelompok Soshum.
Peserta dapat memilih prodi sebanyak-banyaknya tiga prodi dengan ketentuan jika program studi yang dipilih semuanya dari kelompok Saintek, peserta mengikuti kelompok ujian Saintek.
Jika prodi yang dipilih semuanya dari kelompok Soshum, peserta mengikuti kelompok ujian Soshum. Terakhir, jika prodi yang dipilih terdiri atas kelompok Saintek dan Soshum, peserta mengikuti kelompok ujian Campuran.
Pelaksanaan ujian sendiri akan dilangsungkan pada tanggal 8 Mei 2018, sedangkan ujian keterampilan pada tanggal 9 dan/atau 11 Mei 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kalah di Pemilu Paruh Waktu 2026 Bisa Bikin Donald Trump Dimakzulkan
- Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Diduga Gagal Lepas Landas
- Dugaan Tak Profesional, Tim SIRI Kejagung Periksa Sejumlah Kajari
- BNN Ingatkan Bahaya Whip Pink, Gas Tertawa Bukan untuk Gaya Hidup
- KPK Panggil Gus Alex sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Advertisement
DBD Masih Endemis, Dinkes Kota Jogja Tetap Fokus Pencegahan
Advertisement
Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia
Advertisement
Berita Populer
- RFEF Klaim Final Piala Dunia 2030 Digelar di Spanyol
- BNPB Identifikasi 20 Korban Longsor Cisarua, 18 Jenazah Masih Diproses
- DPR Tetapkan Calon Hakim MK dan Deputi BI dalam Rapat Paripurna
- Arsenal Buru Rekor Sempurna, Reuni Emosional di Matchday Akhir
- Adies Kadir Ditetapkan sebagai Hakim MK dari Unsur DPR
- DPD RI Serap Aspirasi Jogja untuk Revisi UU Perindustrian
- Gempa Pacitan Sempat Hentikan KRL Palur-Jogja di Maguwoharjo
Advertisement
Advertisement



