Advertisement
Pemerintah Alokasikan Dana Pemeliharaan Jalan & Jembatan Rp23,70 Triliun
Pekerja menyelesaikan penambalan jalur pantura di Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (10/6/2017). - Antara/Dedhez Anggara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan kegiatan preservasi jalan dapat dilakukan sepanjang 46.812 kilometer jalan dan 495.698 meter jembatan pada tahun ini. Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan alokasi yang disiapkan direktoratnya untuk kegiatan pemeliharaan secara rutin maupun rekonstruksi tersebut mencapai Rp23,70 triliun.
Jumlah tersebut merupakan 57% dari total anggaran Ditjen Bina Marga tahun ini sebesar Rp41,60 triliun.
Advertisement
"Kami menjaga kondisi jaringan jalan nasional agar tetap memberi pelayanan prima bagi masyarakat. Jalur utama logistik menjadi prioritas," kata Arie melalui siaran pers, Kamis (26/4/2018).
Selain melakukan preservasi, Arie mengemukakan bahwa Ditjen Bina Marga juga melakukan banyak pembangunan jalan baru.
BACA JUGA
Pada tahun ini, ditjen akan membangun jalan baru sepanjang 829 kilometer dengan perincian jalan ruas pantai selatan Jawa, jalan perbatasan Kalimantan, jalan perbatasan NTT, jalan perbatasan Papua, serta jalan Trans-Papua.
“Pembangunan jalan baru difokuskan pada jaringan jalan lintas strategis proritas seperti lintas perbatasan, pansela [pantai selatan] Jawa dan Trans-Papua agar dapat tersambung pada akhir 2019,” ujar Arie.
Pembangunan jalan tol sepanjang total 33 kilometer yang menjadi porsi pemerintah yang berada di ruas tol Cisumdawu Fase II, Solo–Kertasono, Balikpapan–Samarinda, dan Manado–Bitung.
Untuk mengurai kepadatan di perkotaan, Ditjen Bina Marga membangun jalan layang, lintas bawah (underpass) atau terowongan dengan total panjang 2.420 meter di beberapa titik, di antaranya lintas bawah Katamso di Medan, jalan layang Keramasan di Palembang, lintas bawah Simpang Tugu Ngurah Rai di Denpasar.
Pembangunan jembatan tahun ini ditargetkan sepanjang 15.372 meter termasuk jembatan gantung yang menghubungkan antardesa.
Jembatan Gantung yang akan dibangun di antaranya adalah empat jembatan Kabupaten Asmat yakni di Kampung Baru Syuru Distrik Agats (72 meter), Kampung Yerfum, Distrik Der Koumor (84 meter), Kampung Hainam, Distrik Pantai Kasuari (120 meter), dan Sawaerma (150 meter).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- YouTuber Korea Klaim Dirinya Yesus, Raup Donasi Rp587 Miliar
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
- Kasus Perdagangan Bayi Lintas Daerah, Harga Tembus Rp80 Juta
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
Advertisement
Perceraian di Sleman Naik pada 2025, Ekonomi Jadi Pemicu
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Allegri Terancam Tinggalkan AC Milan
- Arab Saudi Larang Impor Unggas Indonesia
- Polda Jateng Bongkar Sindikat Motor Tanpa Dokumen, Sita 86 Kendaraan
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Astra Honda: Indonesia Pasar Motor Terbesar Ketiga Dunia
- Prajurit TNI Gugur Diserang KKB Saat Monitoring di Nabire
- Musala Ngepohsari Bantul Roboh Tergerus Erosi Sungai Oya
Advertisement
Advertisement







