Advertisement
47 TKI Diusir dari Malaysia, 16 di Antaranya karena Kasus Sabu-Sabu
Advertisement
Harianjogja.com, NUNUKAN- Sebanyak 47 tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia dideportasi, dan terdapat 16 orang diantaranya karena kasus sabu-sabu
Pemerintah Kerajaan Malaysia mengusir 16 yang bekerja di Negeri Sabah karena tersangkut kasus narkotika jenis sabu-sabu melalui Kabupaten Nunukan, Kaltara.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Ferry Herling Ishak Shout melalui Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Nasution di Nunukan, Selasa mengatakan, dari 47 TKI yang dideportasi terdapat 16 orang diantaranya karena kasus sabu-sabu.
Hal tersebut berdasarkan surat Konsulat RI Tawau, Malaysia dan berita acara serah terima Nomor 344/Kons/IV/2018 tertanggal 10 April 2018 atas pengusiran 47 TKI ke daerah itu menggunakan kapal angkutan resmi Nunukan Ekspres dari Pelabuhan Tawau.
Ke-16 TKI kasus sabu-sabu ini saat tiba di Terminal Pelabuhan Tunon Taka langsung didata oleh aparat kepolisian dan TNI AD sebelum diserahkan kepada BP3TKI setempat.
Samsul (36), salah seorang TKI yang diusir karena kasus penyalahgunaan narkotika ini mengutarakan, dihukum selama dua bulan lebih di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau.
Ia mengonsumsi barang haram ini sejak setahun lalu karena mudahnya mendapatkan di camp tempat tinggal di Malaysia yang dipasarkan secara bebas oleh warga negara setempat.
Samsul yang mengaku berasal dari Jakarta telah bekerja di Negeri Sabah pada perusahaan kelapa sawit sejak 2013 lalu tanpa menggunakan paspor.
TKI ini mengaku, ditangkap aparat kepolisian negara itu saat sedang mengonsumsi sabu-sabu bersama empat rekan sekerjanya.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kambing dan Domba Jadi Andalan, UGM Genjot Ilmu Ratusan Peternak DIY
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
Advertisement
Advertisement








