KPK Tahan 4 Tersangka Baru Kasus Korupsi Komisi Asuransi Jasindo
KPK menahan empat tersangka baru kasus dugaan korupsi komisi asuransi perkapalan PT Pelni dan PT Jasindo dengan kerugian negara Rp15,6 miliar.
Warga menggunakan perahu untuk melintasi jalan yang terendam banjir luapan Sungai Batanghari di Muaro Kumpeh, Kumpeh Hulu, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (16/3/2017)./Antara-Wahdi Septiawan
Memang air sudah masuk ke pemukiman, tapi belum dikategorikan siaga
Harianjogja.com, JAMBI-Warga di provinsi Jambi diminta waspada terhadap kemungkinan bencana banjir. Pasalnya, air Sungai Batanghari meningkat.
Ketinggian air Sungai Batanghari, Provinsi Jambi, pada Minggu (1/4/2018), meningkat drastis akibat tingginya curah hujan di sejumlah wilayah di provinsi itu sejak sepekan terakhir. Hal itu mengharuskan warga mewaspadai terjadinya banjir.
Petugas penjaga Pos Pintu Air Ancol Tanggo Rajo, Kota Jambi, Sahrudin di Jambi, Minggu, mengatakan air sungai terpanjang di Sumatra itu sempat surut pekan lalu, namun kini tinggi muka air Sungai Batanghari naik lagi.
"Saat ini ketinggian air yang terpantau di Pintu Air Ancol mencapai 12,90 meter, pekan lalu hanya 12,25 meter," katanya.
Sahrudin mengatakan debit air sungai mengalami peningkatan sejak pekan lalu. Penyebabnya intensitas hujan yang tinggi terutama di daerah hulu sungai. Warga di sekitar Sungai Batanghari pun diminta mewaspadai banjir.
Ketinggian air, katanya sudah di atas normal, sebab sebagian wilayah yang berada di pinggir sungai sudah digenangi air seperti di dua kecamatan di Seberang Kota Jambi. Namun kondisi itu, katanya, belum masuk kondisi siaga.
Menurut Sahrudin, jika kondisi air sudah mencapai 13,80 meter maka baru dikategorikan atau berstatus siaga III. Kemudian jika tinggi air 14,7 meter maka berstatus siaga II dan jika mencapai 14,87 meter maka masuk siaga I atau darurat.
"Sekarang memang air sudah masuk ke pemukiman, tapi belum dikategorikan siaga," kata Sahrudin.
Sementara itu Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Nurangesti mengatakan dari prakiraan BMKG, wilayah Provinsi Jambi masih berpotensi hujan hingga dua hari ke depan.
"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih akan terjadi di seluruh wilayah Provinsi Jambi. Hujan berpotensi terjadi pada pagi, siang, malam dan dini hari," kata Nurangesti.
Sebab itu, katanya, BMKG mengimbau masyarakat Jambi untuk waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan akibat curah hujan tersebut. Salah satunya, terjadinya banjir di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari.
"Kemudian waspada terjadinya longsor di daerah-daerah rawan longsor dan angin kencang yang membuat pohon-pohon tumbang," katanya menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menahan empat tersangka baru kasus dugaan korupsi komisi asuransi perkapalan PT Pelni dan PT Jasindo dengan kerugian negara Rp15,6 miliar.
Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah menyiapkan kontrak jangka panjang impor minyak mentah dari Rusia melalui Lemigas untuk ketahanan energi.
LKPP menegaskan pengadaan barang dan jasa menjadi penentu keberhasilan pembangunan serta mendorong UMKM masuk ekosistem digital di GPFE 2026.
Sri Mulyani ditunjuk sebagai Ketua Bersama pengisian dana IDA22 Bank Dunia untuk memimpin dukungan pembiayaan bagi negara berpendapatan rendah.
Kebakaran lahan di Gunungkidul melonjak menjadi 28 kasus hingga Agustus 2026. Dua lansia meninggal dan 20,7 hektare lahan terbakar.
Bakom menyebut program Jargas membantu rumah tangga menghemat hingga Rp900.000 per tahun sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.