Advertisement

Gara-Gara Pesawat Delay 6 Jam, Tim Barunastra ITS Nyaris Gagal Berangkat Kompetisi di Amerika Serikat

Nina Atmasari
Minggu, 18 Juni 2017 - 21:21 WIB
Nina Atmasari
Gara-Gara Pesawat Delay 6 Jam, Tim Barunastra ITS Nyaris Gagal Berangkat Kompetisi di Amerika Serikat JIBI/SOLOPOS/Agoes RudiantoPetugas menurunkan bagasi penumpang maskapai Air Asia rute penerbangan Kuala Lumpur-Solo di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Senin (6 - 8). Maskapai penerbangan AirAsia melalui AirAsia Berhad dan PT Fersindo Nusaperkasa (pemegang saham mayoritas PT Indonesia AirAsia) memutuskan untuk mengakuisisi Batavia Air dengan nilai pembelian 80 juta dolar AS beberapa waktu lalu.

Advertisement

Gara-gara pesawat delay selama enam jam, Tim Barunastra dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya nyaris gagal berangkat

 
Harianjogja.com, JOGJA- Gara-gara pesawat delay selama enam jam, Tim Barunastra dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya nyaris gagal berangkat ke ajang Association Unmanned Vehicles System (AUVSI) 10 th International Roboboat Competition di Daytona Beach, Amerika Serikat, 20-25 Juni 2017.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (17/6/2017). Tim yang terdiri lima mahasiswa dan seorang dosen itu sedianya akan berangkat dari Indonesia menuju New York dengan dua kali transit serta berganti pesawat di Malaysia dan Tiongkok.

Rinciannya, dari Surabaya menuju Kuala Lumpur Malaysia menggunakan AirAsia pada pukul 08.40 dan dijadwalkan tiba pukul 12.20 waktu setempat. Perjalanan akan dilanjutkan menggunakan maskapai China Southern menuju Guangzhou, China pada pukul 18.00 waktu Malaysia dan dijadwalkan tiba di Guangzhou pukul 22.10 waktu setempat.

Penerbangan ini akan dilanjutkan ke New York dengan maskapai yang sama. "Namun, di Surabaya, pesawat AirAsia mengalami kendala teknis sehingga mengalami delay hingga 6 jam," kata Amanda P. Dwima, Official Tim Barunastra, saat dihubungi Harianjogja.com, Minggu (18/6/2017) malam.

Pesawat baru tiba di Kuala Lumpur pukul 17.30 waktu setempat. Keterlambatan ini menyebabkan tim kehilangan penerbangan maskapai China Shoutern menuju New York lantaran waktu check in sudah ditutup.

Mereka kemudian mencari solusi agar bisa tetap berangkat. Akhirnya, diputuskan untuk membeli tiket baru menuju New York. "Untuk tiket baru ini, total dibutuhkan dana Rp86 juta. Tim sempat bingung mencari dana namun akhirnya dilakukan patungan dosen, mahasiswa hingga sumbangan alumni," tambah Amanda.

Pesawat ini tidak melewati Tiongkok melainkan melalui Doha Qatar. Pada Minggu malam, menurutnya tim Barunastra sudah tiba di New York.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Alih Fungsi Lahan, Jumlah Petani Tembakau DIY Turun 5% per Tahun

Jogja
| Selasa, 09 Agustus 2022, 11:27 WIB

Advertisement

alt

Dulu Dipenuhi Perdu Liar, Kini Pantai Goa Cemara Jadi Primadona Baru Wisata di Bantul

Wisata
| Senin, 08 Agustus 2022, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement