INFO TERKINI : Bule Asal Belanda Tewas Mengenaskan setelah Tertabrak Kereta

Ilustrasi kecelakaan keteta api. (documentingreality.com_)
20 Oktober 2016 11:18 WIB Sunartono News Share :

Info terkini dari Jogja, seorang warga Belanda tewas terbarak kereta

Harianjogja.com, JOGJA - Seorang perempuan warga negara Belanda bernama Denise Pronk, 23, tewas tertabrak Kereta Api Joglokerto Jurusan Solo - Purwokerta di Area Peron, dalam Stasiun Lempuyangan, Danurejan, Kota Jogja, Kamis (20/10/2016) pagi.

Korban melompat dari atas peron ke jalur satu saat bersamaan Kereta Api Joglokerta melintas.

Informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, korban sedianya akan naik KA Sri Tanjung jurusan Jogja - Banyuwangi berangkat sekitar pukul 07.30 WIB yang sudah berada di jalur dua. Dalam data tiket, korban duduk di kelas Ekonomi nomor 1/20D kereta tersebut.

Bersama teman lelakinya bernama identitas Guus W. C. Hens yang duduk di bangku I/20E. Korban menaiki peron, namun tidak segera masuk ke dalam kereta, meski kereta akan segera berangkat. Bahkan terlihat keluar masuk dari KA Sri Tanjung.

"Dia itu sempat berfoto-foto, lalu merokok di atas peron di sisi timur dan berguling-guling juga," terang Hary, salahsatu petugas pintu masuk Stasiun Lempuyangan, Kamis (20/10/2016) pagi.

Hary tidak mengetahui secara pasti proses tertabraknya korban, namun beberapa menit kemudian korban tiba-tiba tertabrak KA Joglokerto yang melintas dari arah timur ke barat di jalur satu.

Menurutnya, beberapa petugas sudah berupaya menarik korban agar tidak terjatuh ke jalur satu. Saat peristiwa itu terjadi, teman korban sudah naik ke KA Sri Tanjung akan menuju ke Banyuwangi.

Korban terseret sekitar 30 meter dari lokasi kejadian atau tepat berada di pintu masuk menuju peron di area Stasiun Lempuyangan. Teman korban pada saat kecelakaan itu terjadi sudah duduk di KA Sri Tanjung dan segera berangkat sehingga tidak sempat turun.

Petugas kemudian  menghentikan teman korban di Stasiun Klaten untuk kembali diantar ke Stasiun Lempuyangan. "Joglokerto itu juga mau berhenti jadi sudah pelan sekali," kata Hary lagi.

Salahsatu petugas evakuasi dari Koramil Danurejan Koptu Ruliyanto mengatakan, korban langsung tewas seketika. Setelah jenazah dievakuasi kemudian dibawa ke RSUP Sardjito.