Advertisement

KISAH UNIK : Peternakan Thailand Rilis Wisata Memberikan Makan Buaya

Mediani Dyah Natalia
Jum'at, 22 Juli 2016 - 05:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
KISAH UNIK : Peternakan Thailand Rilis Wisata Memberikan Makan Buaya

Advertisement

Kisah unik berikut mengenai peternakan di Pattaya, Thailand.

Harianjogja.com, THAILAND -- Thailand menyuguhkan atraksi wisata baru, yakni sensai memberikan makanan pada buaya.

Advertisement

Dikutip dari Mirror, Rabu (20/7/2016), sebuah peternakan di Pattaya, Thailand memberikan kesempatan wisatawan merasakan wisata ekstrem dengan memberikan makan buaya. Uniknya, semua dilakukan secara sederhana. Dimulai dari proses menuju lokasi, wisatawan akan naik sebuah kapal dan diberikan alat pancing. Dengan pancing tersebut, wisatawan akan memberikan makanan berupa daging pada buaya.

Sebuah stasiun berita lokal melaporkan bentuk wisata ini terbilang baru. Adapun selama ini area tersebut lebih dikenal sebagai industri seksual.

Dari tayangan tersebut, terlihat reporter lokal dengan bahasa setempat melaporkan pengalaman ini. Terlihat ketegangan menyelimuti dia saat menaiki kapal untuk memberikan potongan daging tersebut.

Kapal lalu melaju, menuju peternakan buaya setempat. Ketika mendekati lokasi, ketegangan semakin terasa. Sebab reptil berukuran raksasa mulai berenang mendekat.

Sebagian buaya tersebut berukuran lebih dari delapan kaki atau 2,4 meter. Mereka berenang mendekat dan berusaha meraih sesuatu yang menggantung dari kapa.

Adapun atraksi serupa juga dibuka pengelola lain. Hanya atraksi tersebut telah tutup lantaran keamanan pengunjung dipertaruhkan. Apalagi pengunjung mendekati area tersebut hanya menggunakan rakit. Foto mengenai seorang pengemudi taksi ojek setempat, Jon Nok yang dikelilingi ratusan buaya pun beredar cepat. Buaya tersebut diketahui ada yang berukuran 10 kaki atau tiga meter. Sementara lokasi peternakan ini ada di Kerajaan Gajah, Chonburi, Thailand.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Strategi Baru Sleman, Bantuan Tunai Mulai Dikurangi

Strategi Baru Sleman, Bantuan Tunai Mulai Dikurangi

Sleman
| Kamis, 16 April 2026, 02:27 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement