MIRAS OPLOSAN : Korban Tewas Miras Oplosan di Jogja Jadi 21 Orang, 25 Lainnya Dirawat di RS

Ilustrasi (JIBI/Solopos - Antara)
06 Februari 2016 20:33 WIB Sunartono News Share :

Miras oplosan di Jogja telah menewaskan belasan orang

Harianjogja.com, SLEMAN- Korban tewas yang didominasi mahasiswa asal luar Jawa akibat miras oplosan bertambah menjadi 21 orang hingga Sabtu (6/2/2016) sore. Kepolisian mengirim sisa miras yang dikonsumsi para korban ke Labfor Semarang untuk menyelidiki secara detail zat yang mematikan para korban.

Dari 21 korban tewas, 12 diantaranya berasal dari luar Pulau Jawa yang sebagian besar berstatus sebagai mahasiswa bahkan tinggal di sejumlah asrama daerah asal mereka. Kemudian enam warga Kota Jogja dan tiga korban tewas lainnya berasal dari Sleman.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Sleman menangkap Sasongko, 45, warga Dusun Ambrukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman dan istrinya Sori Badriyah, 42, Jumat (5/2/2016). Hingga Jumat (5/2/2016) kemarin, pasutri ini menjual racikan miras yang menewaskan 13 orang.

Selain itu Polsek Seyegan Sleman juga mengamankan pasutri Murtini, 35, dan Priyanto, 35, warga Margoluwih, Seyegan karena miras yang dijual menewaskan tetangga kampungnya bernama Sarimin, 35, dan Anang, 35. Tetapi memasuki hari Sabtu (6/2/2016) korban menjadi 21 orang.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar menegaskan bertambahnya korban tewas akibat miras, dari 15 menjadi 21 orang. Selain itu, masih ada 25 orang yang dirawat di rumah sakit, beberapa diantaranya ada yang kritis.

Mereka rata-rata mengeluhkan mual, pusing, hingga pandangan kabur. Dari 21 korban tewas, 19 diantaranya mengonsumsi miras dari tersangka Sasongko. "Rata-rata mahasiswa ada yang wanita juga," ungkap Sepuh, Sabtu (6/2/2016).

Selain menahan Sasongko di Polres Sleman, pihaknya juga menetapkan istrinya, Sori Badriyah sebagai tersangka yang kini ditahan di ruang tahanan wanita Polsek Beran Sleman. Menurut Sepuh, Badriyah berperan ikut meracik miras dan menjual miras seperti Sasongko.