PENELITIAN MAHASISWA : AGOS, Kompor Gas Otomatis

19 Juli 2015 21:20 WIB Mediani Dyah Natalia News Share :

Penelitian mahasiswa UGM kali ini mengenai kompor gas otomatis.

Harianjogja.com, SLEMAN-Empat mahasiswa Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM) M. Rifai, Budi Azhari, Kukuh Daud P, dan Hisyam serta Aries Budi Z mahasiswa ELINS sukses mengembangkan kompor gas otomatis yang dinamai Automatic Gas Stove for Safety (AGOS).

Pengembangan Agos dimulai pada tahun 2014 lalu berawal dari kenyataan banyaknya kejadian kompor meledak karena kelalaian pengguna sehingga menimbulkan korban jiwa dan harta benda. Kondisi tersebut mendorong kelimanya mendesain kompor yang praktis serta memberikan keamanan bagi para penggunanya.

“Kita berusaha menciptakan kompor yang aman dan praktis. Memang sudah ada beberapa model kompor dipasaran yang menerapkan teknologi timer, tetapi pilihan pengaturan waktunya masih terbatas dan kurang praktis,” kata Hisyam seperti rilis yang Harianjogja.com terima belum lama ini.

Hisyam mengungkapkan kompor Agos dapat dioperasikan dalam 3 pilihan mode yaitu manusal, otomatis, serta menggunakan timer. Pada mode manual pengaturan kompor layaknya kompor gas pada umumnya. Sementara pada mode otomatis mekanisme pengoperasian berdasarkan ada
tidaknya peralatan memasak di atas tungku. Ketika menggunakan mode otomatis kompor akan menyala saat ada peralatan memasak diatas tungku dalam jangka waktu tertentu. Namun jika tidak ada peralatan memasak di atas tungku ataupun peralatan sudah dipindahkan setelah selesai masak maka kompor akan mati secara otomatis.

“Mode ini bisa dipilih untuk meminimlisir risiko kecelakaan kompor meledak karena pengguna lupa memtaikan kompor,”ujarnya.

Selain itu, Agos juga bisa dioperasikan dengan mode timer. Dengan mode ini pengguna bisa mengatur lama nyala kompor serta besar kecilnya api secara digital. Pengaturan waktu dan level nyala api dilakukan dengan menggunakan remot kontrol wirles. Berbeda dengan kompor gas konvensional, pengaturan waktu pada kompor ini bisa lebih leluasa karena pengguna bisa langsung mengatur berapa lama waktu nyala api melalui remot kontrol.

Saat ini kompor gas otomatis buatan mahasiswa UGM ini tengah dalam tahapan pengembangan lanjutan. Kedepan mereka tidak menutup kemungkinan akan memproduksi dalam skala masal dan menjualnya ke pasaran.