UJIAN SD 2015 : Sembilan Siswa Tak Ikut Ujian

(JIBI/Solopos/Septhia Ryanthie)Siswa SDN Tlogolele 2, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, mengikuti ujian sekolah/madrasah (USM) di sekolah setempat, Senin (19/5 - 2014).
19 Mei 2015 15:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati News Share :

Ujian SD 2015 di Sleman, tercatat sembilan siswa tak masuk.

Harianjogja.com, SLEMAN-Pelaksanaan Ujian Sekolah Dasar (USD) untuk siswa SD/MI di Kabupaten Sleman secara teknis berjalan lancar. Hanya saja ada sembilan siswa yang tercatat tidak ikut ujian.

Kepala Bidang (Kabid) Kurikulum dan Kesiswaan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman memaparkan, sembilan siswa yang tidak ikut ujian, empat karena sakit dan lima tanpa keterangan.

"Yang sakit dari SD Muhammadiyah 3 Ngijon Minggir, SD Demak ijo 1 Gamping, SDN Sendangadi 1 Mlati dan SDN Sinduadi 2 Mlati," paparnya.

Sementara siswa tanpa keterangan berasal dari SD Muhammadiyah 2 Sangonan Minggir, SD Sinduadi 1 Mlati, SD Adisucipto 2 Depok, MI Sultan Agung Depok, dan SD Sambiroto 2 Kalasan.

Ery mengatakan berdasarkan pantauannya bersama Bupati Sleman, Sri Purnomo, di daerah Sleman barat hari ini, pihaknya tidak menerima laporan terkait kendala USD. "Tadi kami baru saja pantauan bersama pak bupati di SD Margomulyo 1 Seyegan dan SDN Sutan Minggir. Ujian lancar dan tidak ada kendala seperti soal rusak," tegas dia.

Baik sekolah maupun Disdikpora mengaku tidak mengalami kendala selama pelaksanaan ujian hari pertama.

Kepala sekolah SDN Percobaan 3 Pakem, Sudaryatun mengatakan, sejak dimulainya ujian pada pukul 08.00 pihaknya belum menerima laporan dari pengawas di dalam kelas terkait keluhan baik soal rusak, tidak terbaca maupun keluhan lainnya. "Semua berjalan lancar dan belum ada kendala," ungkap dia saat ditemui Harian Jogja, Senin (18/5).

Peserta ujian di SDN Percobaan 3 Pakem terdiri dari 64 anak. Terbagi dalam empat kelas ruang ujian yang masing-masing diawasi dua pengawas dengan sistem silang. Menurut Sudaryatun, jumlah siswa sejak semester gasal berjumlah 64 siswa sehingga tidak ada siswa yang mengundurkan diri. "Hari ini semua masuk dan mengerjakan soal dengan baik," ucapnya.

Hari pertama USD, siswa mengerjakan soal Bahasa Indonesia sebanyak 50 butir. Untuk kelulusan, pihak sekolah diberi kewenangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memutuskan.

Sesuai kesepakatan dengan sekolah-sekolah di Kabupaten Sleman, penilaian menggunakan presentase 50% nilai rapor sejak kelas IV ditambah 50% dari hasil USD.

Sudaryatun optimis siswanya akan lulus 100% karena melihat hasil try out yang selama ini telah diikuti, SDN Percobaan 3 Pakem menduduki peringkat pertama se-Sleman. "Tiga kali try out, nilainya tinggi dan selalu naik maka kita dapat peringkat satu," jelasnya.

Menambahkan, walikelas VI SDN Percobaan 3 Pakem, Akhmad Ritaudin, menjelaskan, nilai rata-rata USD tahun 2014 kemarin mencapai 25,94. "Tahun kemarin nilai terendah 20,85, tertinggi 28,70, dan rata-ratanya 25,94," paparnya. Menurutnya, sekolah menargetkan nilai rata-rata USD tahun ini bisa meningkat menjadi 28.