INTERNATIONAL MUSEUM DAY : Ribuan Kupon Gratis Masuk Museum Dibagikan

JIBI/Solopos/Ardiansyah Indran KumalaWisatawan asal Kanada, Johnny Adams mengunjungi Museum Radya Pustaka, Solo, Selasa (15 - 4). Museum yang direnovasi sejak September 2013 tersebut kembali dibuka untuk wisatawan mulai hari ini.
19 Mei 2015 09:40 WIB Sunartono News Share :

International Museum Day di Jogja diperingati dengan membagikan ribuan kupon masuk museum secara gratis

Harianjogja.com, SLEMAN - Panitia International Museum Day (IMD) 2015 mulai membagikan ribuan kupon gratis masuk museum kepada warga DIY mulai Selasa (19/5/2015). Langkah itu dilakukan karena minimnya warga DIY yang berminat mengunjungi museum.

Ketua IMD 2015 Mayor Sus Ayi Supriadi menjelaskan, DIY tercatat sebagai yang pertama menyelenggarakan perhelatan IMD dengan menggabungkan dari seluruh museum di DIY. Kota lain memang banyak yang menyelenggarakan namun digelar oleh tiap-tiap museum.
"IMD yang jatuh pada 18 Mei ini menggambil tema, museum untuk masyarakat yang berkelanjutan," terangnya dalam konferensi pers di aula museum pusat TNI AU Dirgantara Mandala Lanud Adisutjipto, Senin (18/5/2015).

Pihaknya telah menggelar sejumlah rangkaian IMD 2015, antara lain merti museum yang dilakukan di Musem pusat TNI AU Dirgantara Mandala pada 14 Mei, kemudian kemah budaya pada 13 hingga 17 Mei lalu di Benten Vredeburg. Pameran batu mineral dan batu akik yang masih akan berlangsung hingga berakhir pada 24 Mei mendatang di UPN Veteran dan beberapa acara lainnya.

Selain itu pihaknya juga menggelar museum week dengan menyediakan ribuan tiket gratis bagi warga DIY. Pembagian tiket gratis akan dilakukan mulai Selasa (19/5/2015) di sejumlah titik keramaian seperti car free day dan pusat perbelanjaan. Warga yang mendapatkan kupon atau tiket itu bisa mengunjungi museum sesuai dengan nama musem yang tertera.

Minimnya warga DIY yang meminati berkunjung ke museum menjadi dasar pembagian tiket tersebut. Dari 48 musem di DIY, 34 diantaranya sudah bergabung di Badan Musyawarah Musea (Barahmus) jumlah pengunjung setiap tahun mencapai 250.000 orang. "Dari jumlah itu hanya 25% yang warga Jogja [DIY], sisanya dari luar," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sejarah, Purbakala dan Museum, Dinas Kebudayaan DIY, Erlina Hidayati menambahkan, IMD 2015 diharapkan dapat menempatkan museum di hati masyarakat. Bukan hanya sekedar sebagai tontonan. Karena itu setiap museum menyajikan berbagai program dengan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.

"Kami berupaya menyajikan manfaat bagi pendidikan, menampilkan bagaimana cara mengedukasi, cara memberi manfaat lebih bagi pengunjung. Juga menampilkan displaynya yang menarik. Intinya semua harus istimewa," ungkapnya.

Menurut Erlina, itu sejalan dengan semangat Jogja Gumregah yang hakekatnya semangat bersama membangun Jogja. Semangat itu diwujudkan dalam membangun kemitraan antara Pemerintah Daerah, pengelola museum, asosiasi museum dan masyarakat dalam membentuk program pengembangan museum. "Puncak dari IMD 2015 ini akan diadakan pada 14 Juni 2015 mendatang," ujarnya.