Advertisement
PEMBUNUHAN SLEMAN : Mantan Kepala Sekolah Ditemukan Tewas dengan Beberapa Luka
Advertisement
Pembunuhan Sleman terjadi di Pakem. Seorang mantan kepala sekolah ditemukan tewas dengan sejumlah luka.
Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang mantan kepala sekolah dasar, Samirah, 76, ditemukan tewas diduga menjadi korban pembunuhan di rumahnya Dusum Sembung Pelem, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Selasa (12/5/2015). Tim Identifikasi Polres Sleman hingga siang ini masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Advertisement
Korban ditemukan tewas di rumahnya bagian belakang tepatnya bekas kandang ayam, dengan luka bagian kepala dan lebam di sekujur tubuhnya. Jasad korban ditutupi dengan bekas spanduk.
Kepala Dukuh Sembung Desa Purwobinangun Kecamatan Pakem Budi Santoso menjelaskan korban dalam keseharian dikenal baik oleh tetangganya. Merupakan mantan kepala sekolah salahsatu SD di Donoharjo, Ngaglik, Sleman.
"Sudah pensiun cukup lama tinggal di sini bersama cucu," ungkapnya saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (12/5/2015).
Ia menambahkan ditemukannya almarhum bermula dari dirinya tidak melihat korban sejak pagi. Adapun korban memiliki kebiasaan menyapu halaman. Dengan kecurigaan tersebut, ia meminta anaknya yang tinggal tak jauh dari rumah korban untuk mencari.
Tak berapa lama, ia juga meminta bantuan warga melakukan pencarian korban. Hingga seorang warga menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan beberapa luka.
"Sempat mencari ke sawah juga," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Silaturahmi di Gunungkidul, Ini Pesan Penting Sultan HB X
- WFH ASN DIY Dimulai, Rabu Dipilih Hindari Efek Libur Panjang
- IUP Bermasalah Terancam Dicabut, Prabowo Beri Waktu Seminggu
- Prabowo: 70 Persen Energi Asia Timur Lewat Laut Indonesia
- Penyerbuan Al Aqsa Picu Kecaman, MHM Soroti Pelanggaran
- BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di DIY Mulai 9-11 April
- Pemerintah Pertimbangkan Stop Kirim PMI ke Timur Tengah
Advertisement
Advertisement




