UN SMP 2015 : Tak Tentukan Kelulusan, Siswa Lebih Santai

Petugas memilah naskah soal dan lembar jawaban Ujian Nasional (UN) 2015 untuk SMA dan sekolah sederajat di Madiun, Jawa Timur, Kamis (9/4/2015). Logistik Ujian Nasional paper based test (PBT) tersebut selanjutnya dikarantina dalam ruangan dengan pintu dan jendela yang disegel dan dijaga polisi demi menghindari terjadinya kebocoran soal. (JIBI/Solopos/Antara - Siswowidodo)
05 Mei 2015 15:20 WIB News Share :

UN SMP 2015 dilaksanakan lebih santai.

Harianjogja.com JOGJA-Sebanyak 13 siswa di Jogja absen Ujian Nasional (UN) SMP. Kendati demikian, pelaksanaan UN SMP diklaim Dinas Pendidikan (Disdik) Jogja lebih kondusif jika dibandingkan tahun lalu.

Kepala Disdik Jogja Edy Heri Suasana mengatakan 11 siswa tidak mengikuti ujian karena sakit, sedangkan dua siswa mengundurkan diri beberapa hari sebelum pelaksanaan UN.

“Alasan mengundurkan diri kami tidak tahu, tetapi jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah yang mengundurkan diri tahun ini lebih sedikit karena tahun lalu lebih dari dua siswa yang mengundurkan diri,” terang dia saat ditemui Harianjogja.com, Senin (4/5/2015).

Menurut Edy, pelaksanaan ujian tahun ini berjalan lancar dan kondusif, baik dari tahap distribusi soal hingga pengembalian lembar jawab.

Keamanan soal, diperhitungkan dengan baik melalui ruang penyimpanan di sekolah sub rayon yang memiliki kunci berlapis dan baru dibuka saat hari ujian.

Ia mencontohkan, di SMPN 5, salah satu sekolah sub rayon, kunci ruangan berlapis dua ditambah dengan segel. Tidak hanya itu, kunci lapis dua dan segel juga diterapkan pada lemari penyimpanan soal.

Perjalanan soal dari sekolah sub rayon ke sekolah penyelenggara UN, juga tidak menemui kendala.
“Sampai sejauh ini semua laporan lancar dan tidak ada hambatan,” ujar Edy.

Senada, Ketua Panitia UN DIY Suroyo mengakui pelaksanaan UN SMP tahun ini lebih kondusif ketimbang sebelumnya. Kemungkinan, kata dia, karena hasil ujian tidak menjadi indikator kelulusan siswa sehingga pelaksanaannya pun terkesan santai dan tidak tegang.

Dijabarkan Edy, pelaksanaan hari pertama berjalan lancar dan tidak ada siswa yang menjalani ujian di rumah sakit atau lembaga pemasyarakatan.

“Untuk jumlah siswa yang absen masih kami rekap karena belum semua laporan masuk,” ujar dia.

UN SMP tahun ini diikuti 51.101 siswa yang berasal dari lima kabupaten dan kota. Rinciannya, Jogja sebanyak 8.661 siswa, Kulonprogo 6.167 siswa, Sleman 14.081 siswa, Bantul 11.892 siswa, dan Gunungkidul 10.300 siswa.