KAMPUS JOGJA : Muncul Iklan Penjualan ISI di OLX, Ini Tanggapan Rektor

Logo Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja (ISI Jogja)
03 Maret 2015 16:40 WIB Bernadheta Dian Saraswati News Share :

Kampus Jogja, ISI tengah hangat dibicarakan. Sebab di sebuat situs online, diiklankan kampus tersebut akan dijual seharga Rp1 miliar.

Harianjogja.com, JOGJA-Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja seakan tengah tercoreng nama baiknya setelah muncul iklan penjualan kampus ISI di salah satu toko online belum lama ini. Rektor ISI pun menganggap iklan di www.olx.co.id tersebut tidak masuk akal dan hanya iseng.

“Mosok aset gedung [ISI] harga cuma Rp1 miliar. Itu tentu sangat tidak logis. Saya kira hanya iseng,” kata Rektor ISI Jogja, Agus Burhan, kepada wartawan di ruangannya, Senin (2/3/2015).

Dalam iklan yang diposting oleh akun bernama ISI_Jogja tersebut juga disebutkan dibutuhkan dana secepatnya untuk membayar gaji karyawan honorer. Pihak kampus merasa kehabisan anggaran sehingga tidak mampu membayar semua gaji karyawan honorer meski gaji di bawah UMK.

“Kita nggak punya kesulitan untuk bayar. Kalaupun ada keterlambatan karena sekarang kita sedang tunggu SK [Surak Keputusan] menteri [keuangan],” jelas Burhanudin. Saat ini, ISI tengah menjalani pergantian jabatan yang meliputi Kepala Bagian (Kabag) Keuangan, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bendahara, dan Pejabat Pembuat Surat Perintah Membayar (PPSPM).

Kerja para pejabat baru tersebut membutuhkan pengesahan dan SK dari menteri keuangan.

“Anggaran itu ada tapi kita tunggu SK menteri. Kalau belum turun, pejabat tidak bisa mencairkan anggaran jadi bukan karena tidak punya dana,” kata dia.

Saat ini pihaknya tengah melaporkan tindak pencemaran nama baik itu kepada kepolisian. Kampus akan menelusuri siapa pemilik akun tersebut untuk selanjutnya ditindaklanjuti. Jika terbukti pelakunya ialah karyawan ISI, pihaknya akan melakukan pembinaan.

“Kalau memang orang dalam harus dilakukan pembinaan. Kalau mahasiswa, spekulasi belum sampai ke sana,” kata Burhan.

Menambahkan, Humas ISI Jogja, Sardjiman menegaskan bahwa iklan tersebut tidak benar. Ia menghimbau agar masyarakat tidak terbawa iklan bermuatan pencemaran nama baik tersebut.

Ditanya soal komentarnya, mahasiswa jurusan teater, Uul Syarifahlaill, mengungkapkan iklan yang menjual gedung ISI adalah sensasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Memalukan sekali. Saya harap dapat langsung ditindaklanjuti oleh pihak terkait,” keluhnya.