KISAH UNIK : Miliki Kaki Gajah Seberat 5,4 Kg, Bocah ini Dapat Berjalan & Berlari Normal

Verdant Joshi bersama keluarga (Dailymail)
25 Februari 2015 08:20 WIB Mediani Dyah Natalia News Share :

Kisah unik kali ini datang dari India. Terlahir dengan kaki gajah, Verdant tetap dapat berjalan dan berlari secara normal.

Harianjogja.com, INDIA-Verdant Joshi, 4, membuat ratusan dokter di India dan sejumlah negara 'angkat tangan'. Dokter-dokter tersebut tak tahu bagaimana cara menangani Joshi dengan sebuah kaki gajah seberat 5,4 Kg.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui kaki kanan Verdant sepanjang 27,5 cm atau seberat 5,4 Kg. Ukuran kaki ini sepadan dengan bola bowling atau satu karung kentang. Karena kaki ini, lelaki kecil yang tinggal di Gujarat, India Barat selalu diolok-olok kawan-kawannya. Adapun Verdant dapat berjalan maupun berlari normal.

Guna merawat Verdant, ratusan dokter telah memeriksa bocah tersebut. Sebagian di antaranya menyarankan langkah amputasi. Sementara dokter lain mengaku tidak dapat menangani. Kendati demikian ayah Verdant, Dilip Kumar Joshi tak putus asa. Dia terus berusaha mencari dokter yang dapat menangani anaknya. Sebab amputasi dapat mengakibatkan Verdant menjadi difabel selamanya. Verdant sendiri berkata karena kaki ini, teman-temannya mengucilkan dia.

"Teman-teman menertawakan saya karena tak dapat berlari cepat. Meski aku bisa tertawa, mereka memintaku tidak bermain sepak bola atau kasti. Saat ingin ke sekolah, guru meminta ayahku agar tidak mengizinkan aku," terang Verdant, seperti dilansir dari Dailymail, Senin (23/2/2015).

Verdant tinggal di sebuah rumah mungil dengan dua buah kamar. Di tempat itu, ia bermain bersama ibunya, Jayshree Joshi, 26, dan adiknya yang masih bayi, Vrisha, 1.Selama empat tahun, lebih dari 100 dokter melakukan pemeriksaan. Baik untuk kakinya, mengambil darah, keringat hingga air liur tetapi mereka gagal untuk mendiagnosa masalah.

"Aku telah mencoba berbagai ilmu kedokteran, dari pengobatan alternatif seperti homeopath dan allopath, maupun pengetahuan ilmiah dari spesialis ortopedi, tulang hingga kulit. Dokter dari Amerika mengatakan tidak tahu apa yang salah. Sebagian dokter mengatakan hormonnya tidak seimbang dan yang lainnya mengatakan sirkulasi darahnya tak lancar, lainnya lagi mengatakan masalah cairan dalam tubuh. Tapi ketika ditanya apa yang dapat dilakukan, mereka tidak dapat menjelaskan," papar Dilip.

Kaki Vedant terus bertumbuh besar dan panjang seturut pertambahan usianya.

"Aku khawatir kakinya terus bertumbuh dan meledak seperti balon," tambahnya.

Vedant mengaku tak merasakan sakit pada kakinya. Dia juga dapat berjalan, berlari, menyilangkan kaki dan duduk di sepeda tanpa bantuan orang lain.

"Aku diberita tahu, satu-satunya jalan adalah amputasi. Tapi jika kaki anakku diamputasi, dia selamanya akan menjadi difabel dan akan bergantung pada yang lain. Setidaknya untuk berjalan. Sekarang? Setidaknya dia dapat bergerak mandiri," paparnya.

Joshi bekerja sebagai peramal dengan penghasilan £150 per bulan. Sehari-hari, ia bekerja membaca horoskop dan menyiapkan ritual saat acara ulang tahun dan pernikahan. Selama empat tahun bertemu dokter, setidaknya ia menghabiskan £10.000.

Jayshree mengatakan saat hamil, tenaga kesehatan mengatakan janin Vedant dalam keadaan sehat. Hanya sejak lahir, ukuran kakinya memang tidak nornal.

"JIka aku tahu lebih awal, aku mungkin akan mengugurkan kandungan. Suatu hukuman bagi kami, orang tua tidak dapat membantu anak saat mereka menderita," kisahnya.

Kesedihan lain yang harus dihadapi Vedant adalah omongan orang-orang.

"Orang-orang takut melihatnya. Bahkan ada yang bertanya apakah ia memiliki kaki plastik. Karena hal itu, Vedant menangis. Hal ini menyakitinya dan bagi kami yang melihat," papar dia.

Jayshree pada September 2013 melahirkan putri kedua. Putri tersebut terlahir dengan kondisi sehat dan normal.

"Terkadang Vedant datang kepadaku dan menangis, lalu berkata kakinya seperti itu karena dosanya di masa lalu. Perkataannya menyakiti hatiku. Aku tidak memiliki penjelasan apapun padanya, kecuali untuk tetap percaya pada Tuhan," ungkapnya.

Dalam keseharian, Vedant tidak menemui masalah yang berarti. Tapi untuk urusan alas kaki, ia mengalami sedikit kesulitan.

"Sulit menemukan sepatu yang cocok. Dulunya kami membeli dua pasang sepatu dengan ukuran berbeda agar dapat dikenakan. Namun dua tahun lalu, kakinya terus tumbuh. Tidak ada sepaty yang pas. Akhirnya aku memesan sepatu khusus dari tukang sepatu. Kaki itu terbuat dari jeans bekasku," papar Joshi.

Manibhai Patel dari MBBS, sebuah klinik swasta di Deesa, Gujarat percaya kondisi anak itu tidak dapat disembuhkan tetapi tidak akan membahayakan nyawa Vedant.

"Selama 35 tahun berkarier, aku belum pernah melihat pasien seperti Vedant. Kaki itu sepertinya karena kelainan genetik tetapi aku tidak dapat menjelaskan secara pasti alasannya. Karena itu aku tidak merekomendasikan pengobatan atau operasi apapun. Tetapi aku percaya kondisi ini tidak akan membahayakan nyawanya," urai
dia.

Dengan adanya pemberitaan Vedant di berbagai media, Joshi berharap ada ahli yang dapat menyembuhkan anak sulungnya.