Advertisement
SNMPTN 2015 : Catat! Ini Data yang Dibutuhkan
Advertisement
SNMPTN 2015 sudah dibuka. Ada sejumlah data yang perlu disertakan, termasuk rekam jejak sekolah.
Harianjogja.com, JOGJA- Dibukanya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 pada Kamis (22/1/2015), menjadi tanda dimulainya SMA sederajat mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Waktu pengisian akan ditutup sampai 8 Maret 2015.
Advertisement
Sekolah yang ingin siswanya diterima di perguruan tinggi harus memasukkan beberapa data terkait rekam jejak sekolah. Rekam jejak ini meliputi kinerja sekolah, prestasi akademik siswa selama tiga tahun, serta rekam jejak sekolah yang bersangkutan dalam mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)
di tahun sebelumnya. Tiga hal itu akan menjadi pertimbangan.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Iwan Dwiprahasto mengatakan rekam jejak sekolah dalam SBMPTN sangat berpengaruh dalam seleksi SNMPTN 2015.
“Kami tidak hanya melihat nilai akademik siswa tapi juga rekam jejak sekolah yang bersangkutan dalam mengikuti SBMPTN di tahun sebelumnya. Berapa banyak alumni yang masuk ke UGM dan bagaimana IPK mereka selama kuliah," jelas Iwan saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (22/1/2015).
Menambahkan, Wijayanti selaku Kepala Bagian Humas UGM mengatakan sosialisasi pembukaan pendaftaran SNMPTN 2015 pada Selasa (27/1/2015). UGM akan mengundang seluruh kepala sekolah di DIY untuk mengikuti sosialisasi.
"Diharapkan seluruh kepala sekolah di DIY bisa hadir karena kami juga tidak membatasi lulusan mana saja yang bisa mendaftar ke UGM. Baik dari SMA, MA, SMK bisa mendaftar," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
3 Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Ngrumput Gunungkidul
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ancaman Trump Picu Ketegangan Baru, China Minta Perang Dihentikan
- Kronologi Brutal Pengeroyokan di Sleman, Berawal dari Geber Motor
- Kasus Amsal Sitepu: DPR RI Minta Kejagung Sanksi Tegas Kajari Karo
- Cicilan Koperasi Desa Kini Ditanggung Negara lewat Dana Daerah
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon UE Ikut Berduka
- Rekening Donasi Dibuka untuk Warga Iran Terdampak Konflik
Advertisement
Advertisement




