Musyawarah Kretek 2026 Hasilkan 6 Tuntutan untuk Pemerintah, Ini Isinya
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, SLEMAN - Aksi pembunuhan terjadi di perumahan di Blok H-11 Taman Cemoro, Klodran, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jumat (14/11/2014) sore.
Seorang ibu rumah tangga Sriyani Puji Rahayu, 51, ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka di bagian kepala. Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
Informasi Harianjogja.com dari lokasi kejadian peristiwa itu kali pertama diketahui oleh Maya, 22, yang juga putri kedua korban seusai pulang kuliah sekitar pukul 15.45 WIB. Korban ditemukan tewas bersimbah darah di lantai depan pintu salah satu ruangan yang berdekatan dengan ruang makan keluarga.
Adanya luka parah di bagian kepala diduga menjadi penyebab kematian korban. Penyebab luka tersebut dugaannya dari benda tumpul dengan detail luka di bagian muka dan telinga. Tidak ada kerusakan di pintu masuk rumah korban. Selain itu belum diketahui korban motif pembunuhan tersebut.
Menurut Sukidi, salah satu warga yang tinggal di perumahan tersebut, sebelum kejadian korban tinggal di rumah sendirian. Suami korban yang juga pengusaha bernama Ari tengah bertugas di Malang Jawa Timur.
Sementara itu hingga pukul 20.30 WIB petugas kepolisian tampak fokus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selain di dalam rumah secara tertutup, olah TKP juga area yang diduga sebagai pintu masuk.
Wadireskrimum Polda DIY AKBP Djuhandani menyatatakan pihaknya masuk melakukan olah TKP di lokasi pembunuhan tersebut. "Belum diketahui motifnya, memang ada luka di bagian kepala korban," ungkapnya di lokasi kejadian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
AS mengerahkan dua baterai rudal Patriot tambahan ke Saudi dan Qatar untuk melindungi fasilitas energi di tengah ancaman konflik Iran.
Angka pernikahan di Jogja turun. Pendidikan, karier, ekonomi hingga ketakutan gagal berumah tangga memengaruhi keputusan anak muda.
Sebanyak 1.001 pembatik meramaikan Malioboro lewat Simfoni 1001 Pembatik, mengajak masyarakat mengenal proses dan budaya batik.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.