FKH UGM Bantu Pengobatan Hewan Korban Letusan Kelud

17 Februari 2014 14:13 WIB Abdul Hamied Razak News Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Universitas Gadjah Mada mengirim tim dari Fakultas Kedokteran Hewan untuk keperluan pemeriksaan kesehatan hewan korban erupsi Gunung Kelud di Jawa Timur.

Sebanyak lima orang mahasiswa profesi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) ini akan bergabung dengan tim relawan UGM yang terdiri mahasiswa kedokteran dan psikologi yang akan diberangkatkan hari ini ke Kediri.

“Para mahasiswa FKH UGM ditugaskan membantu kebutuhan pengungsi sekaligus memeriksa kesehatan hewan yang menjadi korban dari erupsi Gunung Kelud,” kata Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama FKH UGM, Soedarmanto Indarjulianto, Senin (17/2/2014).

Di lapangan, kata Indarjulianto, para mahasiswa FKH UGM bertugas melalukan assessment keadaan hewan ternak dan hewan kesayangan yang menjadi korban dari bencana erupsi kelud. Mereka juga bertugas untuk membantu pemeriksaan dan memberikan pengobatan gratis bagi hewan yang terkena sakit yang berada di sekitar daerah kawasan Kelud.

“Dari fakultas akan memberikan dukungan untuk kebutuhan obat-obatan yang diperlukan,” katanya.

Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM UGM, Irfan Dwidya Prijambada, menuturkan sebanyak 30 relawan yang akan ditugaskan selama 1-2 minggu untuk membantu penanganan kondisi darurat bencana akibat bencana erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Kediri.

Para relawan ini akan ditempatkan di tiga titik lokasi di tiga kecamatan yakni di Posko Satlak Kediri di simpang lima Gumul, Kecamatan Kepung dan kecamatan Ngancar.

Tugas para relawan ini membantu proses manajemen logistik barang bantuan serta memantau keadaan pengungsi yang berada di lokasi pengungsian. Disamping itu, mereka juga bertugas membantu penanganan medis serta proses psiko-sosial terkait kondisi para pengungsi.

Koordinator DERU UGM, Novi Siti Kusuji Indrastuti menuturkan dari hasil survei di tim Disaster Respons Unit (DERU) di 81 titik lokasi pengungsian di Kediri, para pengungsi tersebar di empat kecamatan, yakno Wates (5.462 jiwa), Kepung (18.000 jiwa), Kandangan (3.039 jiwa), dam Ngancar 19 (28.698 jiwa). Di kecamatan Kepung, kata Novi para pengungsi masih membutuhkan relawan tenaga medis serta relawan psikologi serta masker dan obat-obatan.

“Penempatan relawan mahasiswa UGM berlangsung selama 2 minggu, tapi tidak menutup kemungkinan juga diperpanjang,” ujarnya.